MANAJEMEN Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, mengajak masyarakat Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara, menjadikan rumah sakit plat merah itu sebagai tempat utama untuk berobat penyakit telinga, hidung dan tenggorokan, kepala dan leher (THT-KL).
Pernyataan itu disampaikan Pelaksana Tugas Direktur RSUCM Aceh Utara, Zulfitri M.Kes, pada peringatan word hearing day (hari pendengaran sedunia) di depan Poliklinik THT-KL rumah sakit itu, Senin (4/3/2023).
Dia menyebutkan, layanan THT-KL sudah mumpuni untuk menangani penyakit tersebut. Sehingga bisa dijadikan rujukan utama untuk fasilitas berobat milik pemerintah.
“Saya mengapresiasi kinerja seluruh dokter spesialis THT-KL yang sudah memberikan layanan terbaik untuk pasien. Saya juga senang makin ramai masyarakat menjadikan layanan THT-KL di rumah sakit ini sebagai tempat utama berobat,” kata Zulfitri.
“Berkat dukungan Pj Bupati Aceh Utara, Mahyuzar untuk masyarakat yang berobat di rumah sakit, modernisasi peralatan terus kita lakukan. Ke depan akan terus dilakukan peningkatan kompetensi dan peralatan,” kata Zulfitri.
“Sehingga masyarakat semakin paham pentingnya menjaga kesehatan THT-KL,” katanya.
Dia menyebutkan, masyarakat tidak boleh sembarangan membersihkan telinga sendiri, karena berpotensi mengalami cedera.
Dia menyebutkan, cedera umumnya disebabkan ear candle. Namun, ear candle umum digunakan masyarakat untuk membersihkan telinga. Benda lain yang kerap dijadikan membersihkan telinga seperti ujung tutup bolpoin, klip kertas, atau ujung kuku, juga dapat menyebabkan cedera telinga.
Sisi lain, membersihkan telinga dengan menggunakan cotton bud juga memiliki risiko. Meski sebagian kotoran dapat diambil, sebagian lain justru bisa masuk semakin dalam.
Hal ini yang menyebabkan kotoran semakin menumpuk di telinga dan menyebabkan kerusakan serius pada saluran telinga, bahkan gendang telinga.
“Secara umum kami menyarankan agar menjaga kebersihan telinga, menghindari lingkungan bersuara bising, atau menggunakan alat pelindung telinga jika bekerja di lokasi yang bising,” pungkas Indra yang juga dokter senior di rumah sakit itu.
Selain itu, dr Rahmi Soraya Sp.THT juga memandu diskusi interaktif dengan para pasien. Diskusi ini berlangsung hangat penuh keakraban. Juga disediakan hadiah menarik untuk para pasien. Acara ini disambut antusias oleh para pasien dan keluarganya di rumah sakit itu.
|ADVERTORIAL
LHOKSUKON- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI berjanji menyelesaikan pembangunan 14 rumah atau hunian tetap…
Banda Aceh – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Aceh Timur, Ny. Dr. Lismawani Iskandar Al-Farlaky,…
LHOKSEUMAWE — Bursa pemilihan Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) periode 2027–2030 mulai mengerucut. Hingga penutupan pendaftaran, enam…
Padang – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) gerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan…
ACEH UTARA – Ribuan masyarakat dari berbagai kecamatan di Kabupaten Aceh Utara memadati kawasan Kantor Bupati…
LHOKSUKON - Sebanyak 14 unit rumah untuk penyintas banjir di Desa Abeuk Reuling, Kecamatan Sawang,…
This website uses cookies.