DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, terus bersusah payah mengajak masyarakat untuk memberikan Air Susu Ibu (ASI) ekskulif. Sejauh ini, baru 35 persen kaum ibu di Aceh Utara melakukan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif.
Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Amir Syarifuddin menyebutkan, capaian ASI eksklusif di daerah itu hanya 3.720 atau 35 persen dari jumlah total ditargetkan 50 persen.
“Secara jumlah keseluruhan sasaran yaitu dari usia 0 hingga enam bulan sebanyak 12.131 bayi, dan Balita mencapai 46. 579. Untuk mencapai target tersebut sangat sulit, namun kita terus mengupayakan agar mencapai target 50 persen,” sebut Amir.
Dia menambahkan masa pemberian ASI eksklusif tersebut tidak dianjurkan memberikan makanan lain dari 0 hingga 6 bulan, selain obat-obatan dan air putih. Baca Juga Cakupan ASI Eksklusif Masih Rendah di Aceh
“Target kita sebenarnya bisa mencapai 50 persen, dan untuk merubahnya juga tidak mudah, dikarenakan warga saat ini ketika bayi sudah lahir langsung diberikan pisang atau susu dan lainnya. padahal ASI eksklusif sangat berperan penting,” ujarnya.
Selain itu, sambung Samsul, organ usus bayi yang baru lahir tersebut masih lemah, maka ASI sangat bagus untuknya tidak bisa ditandingi dengan asupan lain. Dengan terpenuhi itu, dapat meningkatkan imunitas tubuh serta kecerdasan anak.
Salah satu upaya dari Dinas Kesehatan Aceh Utara dalam meningkatkan upaya pemberian ASI eksklusif yakni, menggalakkan penyuluhan melalui Posyandu, meningkatkan kualitas kelas juga kunjungan kesehatan ibu hamil, dan mensosialisasikan tentang pentingnya ASI untuk anak.
“Ini yang kita sosialisasikan bukan hanya kepada ibu-ibu hamil, tetapi juga kepada bapak-bapak untuk mendukung. Terlebih pemberian ASI tersebut sudah disampaikan di dalam Alquran hingga dua tahun lamanya,“ pungkasnya.
Manfaat ASI Ekslusif
Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Amir Syarifuddin, mengajak semua kaum ibu memberikan ASI secara ekslusif. Dia merincikan, manfaat ASI eksekusif sangat banyak diantaranya meningkatkan kekebalan tubuh bayi.
“ASI mengandung zat antibodi pembentuk kekebalan tubuh yang bisa membantu melawan bakteri dan virus. Jadi, bayi yang diberi ASI berisiko lebih kecil untuk terserang penyakit, seperti diare, asma, daln lainnya,” terang Amir.
Selain itu, kata Amir, menurut penurut para ahli, asam lemak yang terdapat pada air susu ibu memiliki peranan penting bagi kecerdasan otak bayi.
“Berbagai hasil penelitian yang menunjukkan bahwa bayi yang mendapat ASI, memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi,” sebutnya.
Hormon insulin sendiri dapat memicu pembentukan lemak. Maka, ASI tidak banyak memicu pembentukan lemak pada bayi.
Bayi yang diberi ASI juga memiliki kadar leptin lebih tinggi. Leptin adalah hormon yang memiliki peranan dalam menimbulkan rasa kenyang dan berperan dalam metabolisme lemak.
Selain itu, ASI mendukung pertumbuhan bakteri sehat yang hidup di sistem pencernaan. Hal ini memengaruhi metabolism tubuh dan berkontribusi terhadap berat badan yang ideal.
ASI sambung Amir, berperan dalam mengurangi risiko alergi pada anak. ASI mengandung 5 antibodi, yaitu imunoglobulin A, D, G, M, dan IgE. Masing-masing memiliki fungsinya sendiri untuk membantu agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari alergi.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Samsul Bahri, menyebutkan ASI dapat mengurangi risiko terjadinya sindrom kematian mendadak pada bayi. Penelitian menunjukkan bahwa efek ASI dalam mengurangi risiko terjadinya SIDS baru akan terlihat jika ASI diberikan secara eksklusif minimal 2 bulan.
Menyusui akan merangsang produksi hormone oksitosin yang membuat kaum ibu terasa relaks dan nyaman.
Hormon oksitoksin yang keluar saat menyusui juga dapat membantu rahim berkontraksi. Hal ini bisa mengurangi risiko perdarahan rahim usai persalinan, sekaligus mempercepat kembalinya bentuk rahim seperti sebelum hamil.
“Jadi kami ajak semua kaum ibu untuk memberikan ASI eksklusif pada bayi,” pungkasnya.
|ADVERTORIAL
IDI RAYEUK- Sebanyak 24.500 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh…
KUALA SIMPANG - Ribuan pelajar Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, belum memiliki seragam sekolah dan…
Aceh Timur — Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, meminta seluruh camat agar memerintahkan para…
Takengon — Kebangkitan sektor pariwisata di Aceh Tengah pasca bencana longsor dan banjir bandang hingga…
LHOKSUKON - Sebanyak dua jembatan yang amblas karena banjir November 2025 lalu hingga hari ini,…
IDI RAYEUK – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, resmi memberlakukan Work From Home (WFH)…
This website uses cookies.