Categories: Parlemen

Tanggapi Kelangkaan Bahan Bakar, Tantawi: Pengurangan Kuota Susahkan Rakyat Kecil

Banda Aceh | Bahan bakar jenis bio solar langka di Aceh. Akibatnya banyak sopir dan nelayan rela antri berjam-jam di SPBU. Hal ini mendapat perhatian khusus Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari fraksi Demokrat, Tantawi.

Kelangkaan bahan bakar khususnya bio solar di aceh diakibatkan oleh adanya pemotongan kuota bahan bakar minyak jenis bio solar bersubsidi di Aceh pada tahun ini. Menurut Tantawi pemotongan tersebut sangat berdampak bagi masyarakat di Aceh.

“Kita melihat antrian panjang di setiap SPBU di Aceh. Mereka yang mengantri rata-rata sopir, nelayan,dan pelaku usaha kecil lainnya. Kelangkaan ini tentu sangat berpengaruh pada usaha dan ekonomi mereka” ucap Tantawi.

Selanjutnya anggota DPRA asal Aceh Utara itu juga meminta pemerintah untuk menyikapi hal ini dengan bijak. Apalagi mengingat ekonomi masyarakat saat ini sedang mengalami kesulitan akibat pandemi Covid-19 serta ditambah lagi dengan kelangkaan bahan bakar untuk produksi dan transportasi.

“Masyarakat kita saat ini sedang mengalami kesulitan ekonomi akibat pandemi Covid-19 dan sekarang ditambah lagi dengan kelangkaan bahan bakar untuk kebutuhan mereka menjalankan usahanya. Kita meminta pemerintah menyikapi hal ini dengan bijak dan mencari solusi karena ini menyangkut dengan kesejahteraan hidup masyarakat” lanjut Tantawi.

Ia juga meminta pemerintah untuk mengeluarkan aturan yang bersifat afirmatif dan implementatif untuk memberi kemudahan bagi pelaku usaha di Aceh.

“Pemerintah harus menyiapkan aturan yang afirmatif dan implementatif untuk memberi kemudahan bagi pelaku usaha. Misalnya mereka harus lebih diutamakan untuk menggunakan bahan bakar bersubsidi. Sehingga usaha mereka tidak mengalami kesulitan ketika bahan bakar langka di Aceh” tutup tantawi.

Untuk diketahui, saat ini Pemerintah melakukan pemotongan kuota bahan bakar jenis bio solar untuk Aceh dan sejumlah provinsi lainnya. Tahun 2021 Aceh mendapat kuota biosolar bersubsidi sebanyak 373.498 kiloliter. Namun pada tahun ini, kuota tersebut turun menjadi 365.297 kiloliter. kebutuhan biosolar di seluruh wilayah Aceh melonjak hingga 1.230 kiloliter per hari. Sementara tahun ini Pertamina hanya bisa menyalurkan 1.000 kiloliter per hari.

|RIL

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

1 Rumah dan 3 Dapur Minyak Ilegal Terbakar di Aceh Timur

IDI- Satu rumah dan tiga dapur minyak illegal terbakar di Desa Seumali, Kecamatan Ranto Peureulak,…

19 hours ago

Bupati Al-Farlaky ; Hari Damai Aceh, Seluruh Desa Gelar Doa Bersama

Camat dan Keuchik Dihimbau Gelar Doa Bersama Aceh Timur– – Dalam rangka Peringatan Hari Damai…

19 hours ago

Viral, Oknum Satpol PP Kantongi Rokok Pedagang Saat Razia di Aceh Utara

LHOKSUKON – Dua oknum petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP &…

2 days ago

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Masif Dorong Pemulihan Pasca Banjir Padang, Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis Bagi Masyarakat Terdampak

Padang – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus dorong upaya pemulihan pasca…

2 days ago

Bupati Al-Farlaky Hadiri Forum Pemda, Bahas Program Prioritas Nasional

Batam – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., menghadiri Forum Komunikasi Pemerintah Daerah…

2 days ago

Semen Mulai Tersedia di Aceh, Harga Masih Mahal Rp 80.000 Per Sak

LHOKSUKON – Semen mulai tersedia di sejumlah toko di Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe,…

3 days ago

This website uses cookies.