ACEH TIMUR – Banjir semakin meluas di Kabupaten Aceh Timur, Minggu (2/1/2021). Jika sebelumnya hanya merendam delapan kecamatan, hari ini banjir sudah merendam 14 kecamatan. Laporan dari BPBD Kabupaten Aceh Timur satu rumah dilaporkan terbawa arus banjir. Dua balai pengajian rusak parah.
Sebagian besar jalan lintas nasional Medan-Banda Aceh juga terendam banjir seperti di Kecamatan Rantau Seulamat, dan Kecamatan Idi Cut, Aceh Timur.
“Sebanyak 6.665 orang mengungsi ke sejumlah tempat. Sebanyak 13 ribu lainnya masih bertahan di lokasi banjir,” kata Kepala BPBD Aceh Timur, Ashadi dalam keterangan tertulisnya.
Dia mengimbau pengguna jalan untuk berhati-hati melintas di kawasan terendam banjir. Dua perahu karet bertugas mengevakuasi korban banjir selama dua hari terakhir. BPBD Aceh Timur, sambung Ashadi juga sudah meminta bantuan tambahan perahu karet ke BPBD Provinsi Aceh.
Kerusakan akibat banjir lainnya, dua jembatan di Kecamatan Indra Makmur, dan Kecamatan Idi dilaporkan rusak parah. Sedangkan jalan longsor sepanjang 10 meter terjadi di Kecamatan Bireuem Bayeum, Aceh Timur.
“Jalanan tertimbun longsor dan tidak bisa dilalui ada di Desa Alue Sentang dan Desa Buket Seuleumak, Kecamatan Bireuem Bayeum, Aceh Timur. Kita sedang berupaya mengakses lokasi itu untuk membuang tumpukan longsor sehingga bisa dilalui kembali,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, akibat hujan deras banjir merendam sejumlah kecamatan di Aceh Timur. Kini, banjir semakin meluas dan BPBD Aceh Timur menyatakan mengalami krisis perahu karet dan logistik untuk korban banjir.
|KOMPAS
Jakarta - Transformasi industri pupuk tidak hanya berlangsung di sisi produksi, tetapi juga mencakup cara…
ACEH TIMUR — Dokumen keputusan Bupati Aceh Timur yang diterbitkan pada Juni 2016 mencatat PT…
Banda Aceh – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Sales Area Retail Aceh bersama dengan…
Medan – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melakukan audiensi dan silaturahmi dengan Panglima Komando Daerah…
Jakarta– PT Pupuk Indonesia (Persero) berkolaborasi dengan Perkumpulan Istri Karyawan Pupuk Indonesia (PIKA PI) Group…
Menjadi seorang engineer tidak cukup hanya memahami teori dan hitungan, seperti halnya di bangku kuliah.…
This website uses cookies.