Categories: News

Apa Kabar Kasus Proyek Pengendali Banjir Krueng Buloh Senilai Rp 10 M?

ACEH UTARA – Kasus pembangunan pengendali banjir di Krueng Buloh, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, yang dikerjakan oleh PT Amar Jaya Pratama Group, senilai Rp10 miliar, jebol itu masih masih bergilir di kejaksaan Aceh Utara.

Sebelumnya, pembangunan pengendali banjir Krueng Buloh, jebol diberbagai bagian. Proyek itu dikerjakan oleh PT Amar Jaya Pratama Group, senilai Rp10 miliar, bersumber dari APBA 2020 menuai kontroversi, sebab, dibangun untuk pengendali banjir, justru rusak karna banjir yang menerpa Aceh Utara pada awal Januari 2021 lalu.

Hasil pengecekan di lokasi oleh pejabat sebelumnya, Pipuk Firman Priyadi,
memang didapati sejumlah kerusakan pada sejumlah segmen proyek tersebut. Penyelesaian proyek yang belum genap berumur tiga bulan itu, menindak lanjuti temuan itu, kala itu langsung ditangani Kejaksaan Negeri Aceh Utara.

Hal diungkapkan oleh Pipuk Firman Priyadi, semasa dijabat sebagai Kajari Aceh Utara, Senin, 8 Februari 2021, kala itu. Dikatakannya, hal tersebut diketahui pihaknya, setelah mendatangkan tim ahli struktur bangunan dari Fakultas Teknik Univeritas Negeri Lhokseumawe (Unimal).

Sejauh penanganan kasus itu, Kajari Aceh Utara, Diah Ayu Hartati, tak berkomentar banyak saat ditanyai. Dia hanya menjawab bahwa dirinya masih menunggu proses dan belum bisa menyikapi apakah akan kasus itu dilanjutkan atau malah ditutup.

“Itu ternyata sudah diperbaiki ya, masa pemeliharaan diperbaiki, nanti kita ekspos dulu, tapi kita mendapatkan informasi dari BPK bahwa pembangunan itu sudah perbaiki, ada volume senilai Rp105 juta lebih sudah di kembalikan ke Negara sepertinya,” kata Diah Ayu Hartati, Selasa (10/8/2021).

Katanya lagi, dirinya akan memberikan kabar lanjutan nanti setelah ada keputusan untuk proses lanjutan. Namun dirinya menambahkan kasus itu ditutup.

“Kemungkinan ya, tapi belum kami sikapi karena masih menunggu proses lanjutan. Kami mendapatkan surat dari BPK, ada kerugian Negara senilai Rp105 juta dan kami sudah ondespot dan sudah diperbaiki, kerugianya sudah di kembalikan ke khas daerah untuk efisiensi,” pungkasnya.

|RI

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Bupati Al-Farlaky Raih SMSI Aceh Award 2026, Kepala Daerah Populer Penanganan Bencana di Wilayah Terisolir

BANDA ACEH – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., kembali mendapat apresiasi atas…

14 hours ago

Janji Kampanye, Ayahwa Usul Rp 9,7 M Beli Motor Imam Mukim

LHOKSUKON — Pemerintah Kabupaten Aceh Utara kembali mengusulkan anggaran miliaran rupiah untuk pengadaan sepeda motor bagi…

14 hours ago

Pilar Tani Pupuk Indonesia Perkuat Penyaluran Pupuk Subsidi di Mojokerto

Mojokerto - PT Pupuk Indonesia (Persero) menyampaikan bahwa Perusahaan siap perkuat penyaluran pupuk bersubsidi di…

14 hours ago

Jambe-Tamara Pimpin SMSI Aceh Utara

BANDA ACEH – Kepengurusan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Aceh Utara resmi dikukuhkan dalam…

15 hours ago

Warga Aceh Timur Tewas Diterkam Buaya Saat Menyeberang Sungai, BKSDA Diminta Turun Tangan

IDI- Seorang warga Aceh Timur, Muhammad Dani (26), diduga diterkam buaya saat berenang menyeberangi Sungai…

15 hours ago

Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan, Pupuk Indonesia Dorong Penyaluran Pupuk Bersubsidi Tepat Sasaran di Takalar

Takalar– PT Pupuk Indonesia (Persero) terus memperkuat tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi guna memastikan pupuk…

3 days ago

This website uses cookies.