Categories: News

Kurban Sehat ala Gebetan, Anti Plastik dan Cerita Relawan

ACEH TAMIANG – Para relawan Yayasan Gerakan Berbagi Tamiang (GEBETAN) menyalurkan daging sapi Green Kurban Sinergi Foundation (GKSF) kepada warga yang membutuhkan tanpa kantong plastik.

Sebagai penggantinya, Green Kurban mengajak masyarakat menggunakan kearifan lokal daerah masing-masing. Mulai dari pelepah daun pisang, daun jati besek bambu, ganting, rotan, anyaman kelapa hingga wadah makanan sendiri.

“Program Green Kurban diinisiasi oleh Yayasan Sinergi Foundation dan distribusi daging kurban tanpa plastik sudah lama diterapkan, yaitu sejak tahun 2013,” kata Koordinator Green Kurban, Joko Sudirman didampinggi Sekretaris Gebetan, Muhammad Hendra Vramenia kepada Wartawan, Selasa (20/7/2021).

Joko menjelaskan dalam pelaksanaan Green Kurban tahun 2021 ini, di Kampung Pengidam Kecamatan Bandar Pusaka dan Kampung Gerengam misalnya, tim distribusi Green kurban menggunakan rotan untuk mendistribusikan daging kepada warga penerima manfaat.

Sedangkan di Kampung Tanjung Genteng Kecamatan Kejuruan Muda tim distribusi Green Kurban menggunakan pelepah daun pisang untuk mendistribusikan daging. Kemudian di Dusun Sisirau Kampung Simpang Kiri menggunakan anyaman dari kelapa untuk wadah daging yang siap diibagi ke masyarakat.

Menurut Joko Sudirman melalui program ini, yayasan Sinergi Foundation berikhtiar mengedukasi agar masyarakat mengurangi penggunaan kantong plastik saat distribusi daging dengan menggunakan ramah lingkungan dan bahan organik.

Ia menuturkan, saat Idul Adha, bukan sedikit kita mendapati plastik yang tercecer bekas pembagian daging. Padahal plastik adalah zat yang sulit terurai dan berbahaya bagi lingkungan. Alih-alih bermanfaat, efeknya justru mencemari alam.

“Plastik sudah menjadi bagian dari keseharian kita. Tapi bukan berarti kita tidak bisa menguranginya sama sekali. Green Kurban menawarkan sejumlah alternatif dalam pengurangan kantong plastik saat kurban,” katanya.

Melalui program Green Kurban, Joko menyatakan pekurban tak hanya menjalankan perintah agama, berkurban juga bisa menjadi sarana untuk mencintai lingkungan.

Selain itu, katanya, di Green Kurban, hewan-hewan dipersiapkan sebaik mungkin untuk memenuhi ketentuan syariah dan kesehatan. Pun saat pemotongan dan pencacahan, Green Kurban memperhatikan adab-adab terhadap hewan yang diajarkan Rasulullah.

|RI

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Bupati Al-Farlaky: Rp 15 Miliar Untuk Jalan Lintas Keude Geurubak Tahun 2027

ACEH TIMUR — Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., mengatakan, pihaknya akan menggelontorkan…

21 hours ago

Dukung Produktivitas Pembudidaya Ikan, Pupuk Indonesia Optimalkan Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Sumbawa

Sumbawa– PT Pupuk Indonesia (Persero) terus memperkuat dukungan terhadap peningkatan produktivitas sektor perikanan melalui optimalisasi…

23 hours ago

API Wilayah Aceh Gelar Kajian Bulanan Perdana, Bahas Jiwa dan Tahapan Perkembangan Manusia dalam Al-Qur’an

Asosiasi Psikologi Islam Wilayah Aceh menyelenggarakan Kajian Bulanan perdana dengan tema “Jiwa (Al-Nafs) dan Tahapan…

2 days ago

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Terus Dorong Upaya Pemulihan Pasca Banjir Bandang “Galodo” di Kabupaten Solok

Solok – Penanganan pemulihan pasca bencana menjadi langkah yang harus masif dilaksanakan agar masyarakat dapat…

3 days ago

Mengenal Calandra & Sativa Hotel Management

Tumbuh Bersama Industri Perhotelan Indonesia Mengenal perjalanan Calandra & Sativa Hotel Management, sebuah nama yang…

3 days ago

Serapan Dana untuk Bencana Aceh Minim, Lhokseumawe Baru 34 Miliar dari 124 Miliar

LHOKSEUMAWE- Pemerintah Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh mengakui serapan dana tambahan transfer ke daerah (TKD) untuk…

3 days ago

This website uses cookies.