BANDA ACEH – Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kantor Wilayah Aceh, memberikan penghargaan kepada Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. Figur nomor satu di Pemerintah Aceh itu dianggap berjasa atas terwujudnya sinergitas dalam penertiban Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah pada Satuan Kerja Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) 1 di Bantaran Kanal Krueng Aceh yang mencapai luas 300 hektare.
“Alhamdulillah setelah 25 tahun terbengkalai, berkat bantuan dan dukungan Bapak Gubernur persoalan aset ini selesai. Insya Allah ke depan pemanfaatan aset ini bisa menjadi lebih baik,” kata Syukriah HG, Kepala Kanwil DJKN Aceh, di Banda Aceh, Senin (15/03/2021).
Syukriah mengatakan, dengan keinginan dan komitmen bersama, penyelesaian tertib aset di bantaran sungai tersebut selesai dengan baik. Ke depan kata dia, semua pihak hendaknya terus memikirkan secara bersama pengelolaan lahan tersebut.
BWWS selaku Satker beberapa waktu lalu telah membagi zona pemanfaatan lahan tersebut. Dengan demikian, masyarakat yang tinggal berdekatan dengan bantaran sungai tetap bisa mengelola lahan sesuai pemanfaatannya.
Sementara itu, Gubernur Aceh Nova Iriansyah, menyatakan terimakasih atas penghargaan yang telah diberikan DJKN Kanwil Aceh. Nova menyebutkan, keberhasilan itu merupakan kerja bersama yang patut diapresiasi secara bersama pula.
|RIL
ACEH TIMUR — Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., mengatakan, pihaknya akan menggelontorkan…
Sumbawa– PT Pupuk Indonesia (Persero) terus memperkuat dukungan terhadap peningkatan produktivitas sektor perikanan melalui optimalisasi…
Asosiasi Psikologi Islam Wilayah Aceh menyelenggarakan Kajian Bulanan perdana dengan tema “Jiwa (Al-Nafs) dan Tahapan…
Solok – Penanganan pemulihan pasca bencana menjadi langkah yang harus masif dilaksanakan agar masyarakat dapat…
Tumbuh Bersama Industri Perhotelan Indonesia Mengenal perjalanan Calandra & Sativa Hotel Management, sebuah nama yang…
LHOKSEUMAWE- Pemerintah Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh mengakui serapan dana tambahan transfer ke daerah (TKD) untuk…
This website uses cookies.