Categories: Wisata

Melihat Hotel Lokasi Wisata Ditengah Pandemi Corona…

MALAM baru saja turun saat mobil yang kami kendarai menepi di Hotel Grand Renggali, di Desa One-one, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, Senin (2/11/2020).

Ini satu-satunya hotel bintang tiga di kota dingin itu. Embun dan kabut mulai turun meski jam baru menunjukan pukul 20.00 WIB.

Di depan pintu masuk hotel terpasang alat pendeteksi suhu tubuh, lengkap dengan sarana air mengalir untuk mencuci tangan. Sejak pandemi, hotel menerapkan protokol kesehatan.

Jika suhu diatas 37 derajat, maka langsung dilakukan rapid test dengan berkomunikasi dengan tim gugus tugas covid-19.

Manajer Hotel Grand Renggali, Aceh Tengah, Indra, menyebutkan hotel itu patuh pada protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Termasuk mendisain tempat duduk untuk satu keluarga.

Sehingga dipastikan keluarga itu aman dari penyebaran virus asal Wuhan, China itu.

Di luar hotel, hujan mulai turun. Udara semakin sejuk. Sayang tak bisa melihat bulan yang memendar menyinari Danau Laut Tawar yang tepat berada di pinggir hotel ini. Dari jendela kamar terlihat jelas danau yang membentuk cawan raksasa itu.

“Kami memiliki sudut pandang yang sangat bagus untuk wisatawan. Maka, hotel ini menjadi incaran wisatawan untuk menginap,” sambung Indra.

Saat pagi hari, ruang makan di disain juga berada di pinggir danau. Persis di sampingnya pengunjung bisa melihat nelayan pencari ikan depik (ikan khas Danau Laut Tawar) mulai berangkat ke tengah danau. Perahu kecil ditambat menjadi pemandangan indah tersendiri.

Di sekeliling hotel yang bersisian dengan danau juga tersedia aneka tempat duduk. Sebagian dibuat empat kursi, sebagian lagi dua kursi, sebagian bahkan satu kursi. Sehingga pengunjung bisa benar-benar santai menikmati suasana danau itu.

Nun di tengah danau terlihat perahu kecil nelayan mencari ikan. Jika cuaca sedang bagus di sinilah tempat terindah melihat mata hari terbit atau tenggelam. Sungguh suasara romantis.

Namun memasuki akhir tahun, musim penghujan membuat suasana itu jarang ditemukan. Sepanjang akhir tahun, Aceh Tengah kerap hujan pada sore hingga malam hari dan cerah pada pagi hari. Maka, pemandangan matahari terbit menjadi incaran tersendiri.

Ikon lain yang ditawarkan patung kuda. Kuda menjadi hewan terbesar jumlahnya di Aceh Tengah. Digunakan masyarakat dalam tradisi pacuan kuda hingga buat mengangkut hasil tani.

Nah, jika Anda ingin berwisata di dataran tinggi ini. Renggali pilihan paling tepat untuk menyesap keindahan sepenuhnya Laut Tawar.

|MAS|KCM|

 

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Saat Tahun Ajaran Baru Dimulai dari Tenda Darurat Aceh Utara…

LHOKSUKON- Sebanyak 28 murid Sekolah Dasar (SD) Negeri 11 Langkahan di Desa Paya Tukai, Kecamatan…

19 hours ago

Pertamina Patra Niaga Optimalkan Penyaluran BBM di Aceh, Perkuat Suplai dari Integrated Terminal Lhokseumawe

Aceh – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus mengoptimalkan penyaluran BBM di wilayah Aceh guna…

20 hours ago

Medco E&P dan BPMA Kembali Salurkan Beasiswa bagi 431 Pelajar Berprestasi di Aceh Timur

Aceh Timur – Medco E&P Malaka (Medco E&P) bersama Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) kembali…

20 hours ago

Ini Sikap Polisi dan Pemerintah Aceh Soal Sumur Minyak Ilegal di Aceh Timur

Di balik aktivitas pengeboran sumur minyak tradisional yang menjadi penopang ekonomi sebagian warga Aceh Timur,…

1 day ago

Dua Mahasiswa JTM PNL Raih Juara I pada National Welding Competition 2026 di PPNS Surabaya

Surabaya – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) di tingkat nasional. Dua…

1 day ago

Distribusi BBM di Sumatera Utara Semakin Membaik, Pertamina Patra Niaga Pastikan Pasokan Aman untuk Masyarakat

Medan– Distribusi BBM di wilayah Sumatera Utara terus menunjukkan kondisi yang semakin normal. Berbagai langkah…

1 day ago

This website uses cookies.