PEMERINTAH mulai 15 September 2020 telah menetapkan regulasi terkait International Mobile Equipment Identity (IMEI) untuk perangkat teknologi, termasuk ponsel. Jadi ponsel-ponsel ilegal yang tidak terdaftar atau tak memiliki nomor IMEI akan diblokir.
Regulasi cek IMEI ini sebagaimana Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pengendalian Alat dan/atau Perangkat Telekomunikasi yang tersambung ke Jaringan Bergerak Seluler Melalui IMEI.
Guna mengetahui nomor IMEI ponsel baru, pemilik ponsel bisa mengeceknya pada kemasan atau kardus. Kemasan ritel pasti memiliki label dengan IMEI ditampilkan.
Sekadar diketahui, regulasi IMEI dibuat untuk memberantas beredarnya ponsel ilegal atau black market (BM) di Indonesia. Nantinya ponsel dengan nomor IMEI yang tidak terdaftar atau ilegal tidak akan mendapat jaringan seluler dari provider.
Kehadiran ponsel ilegal telah mengganggu negara dan industri ponsel di Tanah Air. Berdasarkan data dari Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI), hingga akhir 2019 setiap tahun pemerintah kehilangan potensi pajak mencapai Rp2,8 triliun akibat masuknya sekira 11 juta ponsel black market.
Kerugian juga diderita sejumlah industri ponsel dalam negeri yang kesulitan bersaing akibat adanya ponsel ilegal. Ponsel black market ini sendiri harganya di bawah banderol ponsel lokal.
|OKZ
BANDA ACEH – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., mengajak generasi muda yang…
SIBORONG-BORONG – Calandra dan Sativa Management bersama Queen Parrona Hotel Siborong-Borong resmi menandatangani komitmen Budget…
LHOKSEUMAWE – Rangkaian Pekan Kreativitas Mahasiswa Nasional Universitas Malikussaleh Bidikmisi Competition (PKMN UBC) Jilid VI…
#Dukung Pembangunan Masjid Baitul Hidayah Rp100 Juta ACEH TIMUR – Jembatan Keude Ong yang menghubungkan…
ACEH UTARA – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menunjukkan kepeduliannya terhadap pelestarian situs bersejarah dan…
LHOKSEUMAWE – Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) kembali memperkuat komitmennya dalam pengembangan riset, inovasi, dan kolaborasi…
This website uses cookies.