Film berjudul ” Cuties” atau “Mignonnes” (Perancis) yang tayang di Netflix menimbulkan polemik. Film berbahasa Perancis ini mengundang kontroversi karena menampilkan anak di bawah umur dengan sejumlah adegan sensual. Pengguna Twitter bahkan menggencarkan tagar #CancelNetflix untuk mengkritisi film yang disutradarai Maïmouna Doucouré ini. Beberapa pengguna juga mempromosikan petisi agar Netflix menghapus film tersebut. Salah satu pengguna Twitter yang melempar kritikan adalah akun Robby Starbuck. “Saya pernah melihat pelatih dan koordinator hewan benar-benar menolak adegan buruk yang melibatkan hewan sebagai aktor. Hewan lebih terlindungi di lokasi syuting ketimbang gadis kecil di Cuties. Tenggelamkan itu (Cuties),” tulis Robby. Keresahan serupa juga diungkap pengguna lain dengan username @ThegislJT. “Ya Tuhan, tolong hapus Cuties, saya panik ketika melihat klip tentang apa yang gadis-gadis kecil itu lakukan,” tulisnya.
Omg TAKE cuties off please I just had a panic attack watching a clip what’s going on those are baby’s???????????????? — CITY GIRL KOOCHI (@ThegirlJT) September 11, 2020
Netflix sendiri telah memberikan tanggapan atas kritik untuk film Cuties. “Film ini merupakan komentar atas efek negatif jika gadis praremaja dipandang sebagai objek seksual di media dan sosial media,” jelas juru bicara Netflix melalui pesan singkat kepada KompasTekno, Jumat (11/9/2020). Pihak Netflix juga mengatakan bahwa film kategori yang masuk dalam kategori feature ini telah memenangkan beberapa penghargaan di festival film, salah satunya adalah festival Sundance 2020. “Wawancara dengan sutradaranya dapat menjelaskan motivasinya dalam membuat film ini,” imbuh juru bicara Netflix. Wawancara berjudul “Why I Made Cuties” bisa dilihat langsung di Netflix di bagian “Trailers & More”. Sang Sutradara, Doucouré, mengatakan salah satu yang menjadi alasannya untuk membuat film ini adalah karena semakin banyak wanita yang menjadi obyek seksual di media sosial. Semakin mereka disorot, mereka semakin “sukses”. “Dan anak-anak coba meniru apa yang mereka lihat, mencoba mendapatkan hasil yang sama tanpa memahaminya, dan ya, itu berbahaya,” jelasnya.
Sinposis
Cuties menceritakan karakter utama bernama Amy yang diperankan oleh Fathia Youssouf, gadis berusia 11 tahun asal Senegal yang pindah ke daerah miskin di pinggiran Kota Paris. Amy diceritakan hidup di keluarga yang konservatif, di mana dia dituntut untuk menjadi anak yang sederhana dan patuh. Di sekolah, Amy berteman dengan sekelompok gadis yang membentuk grup tari untuk mendapatkan popularitas di media sosial. Tarian mereka bergaya bebas dan cenderung sensual. Hal ini lah yang mengundan kritik penonton hingga meminta Netflix untuk menghapusnya.
|KOMPAS.COM
LHOKSUKON – Video seorang ibu dengan lima anaknya di Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten…
Puluhan mahasiswa meriung di halaman DPR (Di Bawah Pohon Rindang) Universitas Malikussaleh (Unimal) Kabupaten Aceh…
LHOKSEUMAWE- Sebanyak enam dari 26 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh,…
Aceh Timur – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., meninjau langsung pelaksanaan operasi…
Medan, – Menyambut momen liburan sekolah akhir semester, Residence Hotel Syariah by Calandra menghadirkan program…
JAKARTA | Lewat PT Pupuk Indonesia Utilitas (PIU) selaku Anak Usaha, PT Rekayasa Industri (Rekind)…
This website uses cookies.