Categories: News

Kisah Nek Aisyah Bertahan Hidup dari Botol Plastik

Tangan keriput Nenek Aisyah (62) cekatan membersihkan kotak minuman dari bahan plastik. Sehari-hari dia memulung botol minuman bekas dari plastik. Memilahnya dan membersihkan.

Semua itu dilakukan dirumahnya di Desa Meunasah Drang, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara. Sang suami, Ramli Haji (64) tak dapat membantu. Pria ini terbaring sakit. Tak berdaya di atas tepat tidur.

Pria ini lumpuh sejak belasan tahun lalu.

“Sehari saya bisa dapat 20 kilogram. Sekilo itu Rp 1.000. Jadi dapat Rp 20.000 per hari. Itu udah maksimal,” kisah Aisyah, Minggu (23/8/2020).

Meski ditengah pandemi, wanita tua ini terus memulung. Tak ada pilihan, dia harus keluar rumah untuk memulung plastik. Jika tidak, makan terancam.

Digubuk itu dia tinggal bersama tiga anak perempuan, dua menantu dan dua cucu dibawah lima tahun. Teras hubuk berbahan tepas bambu dicampur sebagian kecil kayu tua itu dia membersihkan foto.

Anaknya juga bekerja di usaha barang bekas. Seluruh barang itu dijual pada bos anaknya.

Menantunya bekerja sebagai montir. “Praktis hidup kami hanya untuk sehari ke sehari. Cari hari ini habis hari ini. Besok cari lagi,” katanya.

Tak ada keluarga yang mapan untuk membangun rumah layak huni. Dalam sepekan dia bisa meraih Rp 100.000 menjual botol plastik.

Hidup di dinding tepas itu, tentu tidak nyaman. Jika hujan, tempias air masuk lewat celah dinding. Dua tiang bambu menjadi penopang rumah yang mulai agak miring.

Sebagian dinding berbahan kayu pun terlihat dimakan rayap. Bahkan tanah lokasi rumah itu juga milik negara. Karena nenek ini asli penduduk lokal. Maka pemerintah memberi izin. Catatan jika sewaktu-waktu digunakan negara maka diambil kembali.

“Jika ada bantuan rumah tentu saya sangat senang,” pungkasnya.

|KCM

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

SPP UPMS I: Kenaikan Pertamax Menjadi Alarm bagi Penguatan Kedaulatan Energi Nasional

Medan– Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran I (SPP UPMS I) memandang kenaikan harga Pertamax yang…

5 hours ago

Bupati Al-Farlaky Buka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Aceh Timur

Aceh Timur– Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si  secara resmi membuka Pelatihan Petugas…

14 hours ago

9 SPPG Lhokseumawe Tutup Sementara, Sekda ; Kami Surati BGN

LHOKSEUMAWE- Pemerintah Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, menyesalkan penutupan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota…

14 hours ago

56 Huntara Rusak Karena Angin Kencang Belum Diperbaiki di Aceh Utara

LHOKSUKON- Sebanyak 56 hunian sementara (Huntara) penyintas banjir yang rusak karena angin kencang pada 2…

15 hours ago

Bupati Al- Farlaky Terima Penghargaan Dari KIA

Aceh Timur – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menerima penghargaan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Tahun 2025…

15 hours ago

Gunung Salak, Negeri di Atas Awan Menjadi Magnet Wisata Aceh Utara

BELASAN mobil berjejer rapi di depan kafe yang berdiri di puncak perbukitan Gunung Salak, Kecamatan…

15 hours ago

This website uses cookies.