Categories: News

74 Ribu Warga Aceh Mendaftar Kartu Pra Kerja, Berharap dapat Rp 3,5 Juta

Banda Aceh – Lebih dari 74 ribu masyarakat Aceh mendaftarkan diri sebagai penerima Kartu Prakerja, program yang dibuat pemerintah pusat bagi mereka yang terdampak penyebaran Covid-19. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh, Iskandar Syukri, mengatakan, pihaknya akan merampungkan proses seleksi administrasi untuk kemudian dikirimkan sebagai calon penerima ke Kementerian Ketenagakerjaan.

“Sampai tanggal 4 April kemarin ada 63.200 nama yang telah kita kirimkan. Belakangan sampai tanggal 8 April masuk lagi datanya sebanyak 11 orang,” kata Iskandar Syukri di Banda Aceh, Senin (13/4/2020).

Iskandar mengatakan pihaknya tengah menyeleksi 11 ribu data sisa masyarakat Aceh yang telah mendaftarkan diri. “Kita sedang validasi kembali data yang baru masuk, karena banyak juga data yang double dan sebagiannya dari luar Aceh,” ujar Iskandar.

Per hari Senin 13/04 nanti, data final sekitar 11 ribu sisa calon penerima bantuan asal Aceh tersebut akan dikirimkan ke pemerintah pusat. Nantinya pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Ketenagakerjaan akan menyeleksi kembali berkas dari calon penerima tersebut.

“Berapa pun yang mendaftar kita tetap kirim. Karena nanti akan diseleksi kembali di Jakarta. Bisa jadi 10 persen dari keseluruhan yang kita kirim akan berkurang lagi,” kata Iskandar.

Bagi mereka yang lolos seleksi di tingkat pusat, pemerintah akan memberikan pelatihan secara online selama empat bulan. Sesuai hasil seleksi, penerima akan dipilah sesuai kompetensi bidang, bakat dan minat.

Dikutip dari lama prakerja.go.id, pemerintah menggandeng 8 platform sebagai mitra kerja dari program prakerja tersebut. Di antaranya adalah Tokopedia, Bukalapak, Skill Academy, Kemnaker, Pintaria, Pijar, Sekolah.mu dan MauBelajarApa. Masyarakat berumur minimal 18 tahun dan khususnya mereka yang terdampak penyebaran covid-19 akan mendapatkan pelatihan dari salah satu platform ini selama empat bulan. Usai pelatihan secara online, mereka akan mendapatkan sertifikat elektronik.

Salah satu keuggulan program ini adalah masyarakat akan akan mendapatkan insentif Rp600.000 per bulan selama 4 bulan setelah menyelesaikan pelatihan online tersebut. Bukan hanya itu, ada 3 survey yang perlu diisi usai pelatihan dan masyarakat juga akan mendapatkan insentif Rp50.000 untuk setiap survey.

Secara total setiap peserta akan mendapat Rp3.550.000 dengan rincian sebagai berikut. Bantuan pelatihan sebesar Rp1 juta, insentif pascapelatihan sebesar Rp600.000 per bulan (untuk 4 bulan) dan insentif survei kebekerjaan sebesar Rp50.000 per survei (3 kali survei).

|RIL

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Saat Lansia Aceh Timur Diwisuda..

Aceh Timur – Sebanyak 53 lanjut usia (lansia) mengikuti Wisuda Sekolah Lansia Kencana Senja dan…

12 hours ago

Pertamina Gandeng Lintas Instansi, Jamin Pasokan BBM Aceh Tetap Lancar

Banda Aceh– PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus memperkuat sinergi bersama Pemerintah Provinsi Aceh…

1 day ago

Rasakan Penganan Lokal Aceh Timur di Festival Penajoh

IDI- Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh menggelar Festival…

1 day ago

Kontrak 1.982 PPPK Lhokseumawe Akhirnya Diperpanjang, Anggaran TPP Belum Tersedia

LHOKSEUMAWE – Pemerintah Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh akhirnya memperpanjang kontrak 1.982 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian…

2 days ago

Komisaris dan Direktur Pertamina Patra Niaga Pastikan Keandalan Layanan SPBU

Medan – Sebagai bentuk komitmen dalam memastikan keandalan layanan energi kepada masyarakat, Pertamina Patra Niaga…

3 days ago

Kebijakan RSU Cut Meutia Akan Diserahkan ke Pemko Lhokseumawe, Bupati Ayahwa : Belum Diserahkan Sebelum RSU Mukhtar Hasbi Refresentatif

LHOKSUKON – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh merespon pemberitaan tentang rencana penyerahan operasional dan…

3 days ago

This website uses cookies.