Categories: Wisata

Sensasi Ketambe, Wisata di Kaki Leuser…

PERNAH dengar Ketambe? Bila Anda berselancar di dunia maya perihal arung jeram maka kita akan diperkenalkan dengan Ketambe, salah satu kecamatan di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh.

Dalam berbagai referensi kita akan diperkenalkan pada eksotisme alam yang mampu menghilangkan kepenatan di tengah intensitas kerja yang menguras tenaga dan pikiran.

Ketambe merupakan objek wisata yang terletak di kaki Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Untuk sampai ke lokasi ini membutuhkan waktu tempuh kurang lebih 30 menit dari pusat kota Kutacane, Aceh Tenggara. Dimana di sepanjang jalan kita bisa meresapi hawa sejuk beserta oksigen yang dihasilkan oleh hijaunya dedaunan. Bila ditempuh dari Kota Medan, Sumatera Utara, setidaknya butuh waktu 6-7 jam perjalanan melalui dataran tinggi Kabupaten Karo.

Selama perjalanan menuju Ketambe, kita akan dimanjakan oleh pemandangan perbukitan dan hamparan lahan pertanian yang dapat membuat mata terhipnotis akan kebesaran Tuhan. Keindahan alam yang lebih dapat ditemukan begitu tiba di Ketambe. Sehingga tak heran tempat ini pun kemudian telah menjadi destinasi wisata bagi para pecinta ekosistem.

Di Ketambe, pengunjung akan menemukan indahnya suasana alam pegunungan khas Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), hutan konservasi yang dimanfaatkan pemerintah daerah sebagai objek wisata dan rekreasi alam dalam upaya penempatan sumber daya hayati secara lestari. Hembusan lembut angin pegunungan disertai dengan suara-suara hewan liar seperti orangutan, serta beragam jenis primata lainnya.

Biasanya kebanyakan pengunjung memanfaatkan tempat keberlangsungan hidup berbagai jenis marga satwa liar tersebut untuk berswafoto serta ajang penelitian. Selain menikmati keindahan alam nan asri, wisatawan juga bisa memacu adrenalin, menyusuri sungai menggunakan perahu karet. Dalam dunia olah raga rafting (arung jeram) Sungai Alas tecatat memiliki grade 3-4.

Surya Darma, pegiat lingkungan yang juga aktif membina kelompok arung jeram di Kabupaten Aceh Tenggara menyatakan Sungai Alas menjadi salah satu sungai dengan jeram yang diperhitungkan dalam olah raga air dengan tingkat jeram melebihi Sungai Asahan di Sumatera Utara, Sungai Batang Tarusan di Sumatera Barat, Sungai Ayung di Bali, Sungai Citarik di Jawa Barat, Sungai Lamandau di Kalimantan Tengah, dan Sungai Nimanga di Sulawesi Utara.

“Pengunjung dapat merasakan uji nyali adrenalin mulai dari Ketambe hingga Desa Mbarung di Kecamatan Babussalam, Aceh Tenggara selama 5 jam. Mengarungi derasnyanya air Sungai Alas dengan hempasan yang timbul akibat batu-batu besar yang terdapat di sungai yang memiliki kedalaman satu hingga lima meter,” terang Surya Darma Selian pada bakata.com.

Meski demikian, pengunjung dipastikan tidak perlu khawatir, sebab menurut Surya Darma, di Aceh Tenggara telah tersedia pemandau (guide) yang berpengalaman yang akan memandu pengunjung untuk dapat menikmati perjalanan mengarungi Sungai Alas.

Untuk menikmati wisata arung jeram tersebut pengunjung juga tidak perlu merogoh kocek dalam, untuk sekali perjalanan satu perahu karet yang dapat ditumpangi 6-8 orang dan seorang pemandu cukup mengeluarkan biaya Rp 150 ribu-200 ribu per orang.

Usai menjelajahi derasnya air Sungai Alas, pengujung juga dapat memanjakan diri dengan melepas penat setelah seharian bermain air dengan menginap di salah satu penginapan dari setidaknya 6 hingga 7 vila yang berdiri di kawasan Ketambe.

Momen malam pun sangat sayang untuk dilewatkan, wisatawan juga bisa merakit api unggun serta mencicipi ikan bakar sebagai santapan malam. “Umumnya pengunjung akan enggan beranjak dari rangjang meski matahari telah meninggi. Sementara sebagian akan menikmati embun pagi yang segar dan menyejukkan hati,” kata Mus (53) salah seorang pengelola penginapan di Ketambe yang juga bilang kalau per malam cukup bermodalkan Rp 150 hingga Rp 200 ribu.

Apalagi bagi para pengantin baru, akan sayang rasanya jika terburu-buru meninggalkan Ketambe. Bulan madu di Ketambe menjadi momen tak terlupakan bagi pasangan-pasangan muda yang selama ini datang ke daerah itu. Masih bingung untuk menentukan destinasi di hari libur atau untuk memilih lokasi berbulan madu?| EDO

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

APDESI Minta Masyarakat Aceh Timur Tidak Terpengaruh Isu dan Fitnah Terhadap Bupati Al-Farlaky

ACEH TIMUR - Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Aceh Timur, Rizalihadi mengatakan dalam…

15 hours ago

Ratusan Warga Aceh Utara Setiap Hari Ubah Status Desil Agar Tetap Dilayani JKA

LHOKSUKON- Ratusan warga Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, merubah status pekerjaan untuk merubah data dsil…

16 hours ago

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Hadir untuk Masyarakat, 1.000 Paket Sembako Disalurkan Melalui Pasar Murah di Lhokseumawe

Lhokseumawe — Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melalui Integrated Terminal (IT) Lhokseumawe…

1 day ago

Koalisi Pemuda Aceh: Narasi Liar Terpa Bupati Aceh Timur Setelah Tuai Pujian Tangani Banjir, Berbau Politis

ACEH TIMUR | Pemulihan bencana di Aceh dibayangi manuver politik. Di tengah logistik pengungsi yang…

1 day ago

Puluhan Hektare Lahan Sawah Tidak Digarap Petani Aceh Utara

LHOKSUKON- Sekitar 90 hektare area sawah di Kecamatan Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh…

2 days ago

Waspadai Penipuan Calon Jamaah Haji di Lhokseumawe, Begini Modusnya…

LHOKSEUMAWE - Puluhan calon jemaah haji (CJH) di Lhokseumawe, Provinsi Aceh, mendatangi Kantor Kementerian Haji…

2 days ago

This website uses cookies.