BANDA ACEH| Infrastruktur Lembaga Permasyarakat (Lapas) di seluruh Provinsi Aceh dinilai belum maksimal dan harus segera diperbaiki, agar tidak terjadi lagi kerusuhan dan narapidani yang melarikan diri.
Pengamat Politik dan Keamanan Aceh Aryos Nivada, Senin (15/7/2019) mengatakan, dalam mengatasi persoalan terbatasnya infrastruktur, maka negara harus ikut bertanggungjawab untuk memperbaikinya.
“Coba lihat saja sekarang semuanya terbatas, infrastruktur terbatas, sumber daya petugas juga terbatas, pihak penjaga lapas terbatas dan persoalan anggaran pun cukup terbatas, maka negara harus ikut bertanggungjawab,” ujar Aryos.
Aryos menambahkan, apabila persoalan itu tidak segera ditanggapi dengan baik, maka bisa menjadi bom waktu. Apabila dilihat dari pengalaman, maka dalam setiap tahunnya selalu terjadi kerusuhan di lapas.
Negara juga harus mampu memberikan pelayanan dan pengawasan yang optimal bagi para narapida, maka pada saat penyusunan anggaran untuk persoalan lapas juga harus sangat diperhatikan.
“Setiap tahun selalu saja terjadi kerusuhan Lapas di Aceh, tentunya ini sangat miris. Kalau seandainya infrastruktur yang sudah memadai, maka bisa menekan angka kerusuhan itu,” tutur Aryos. |GA
Takalar– PT Pupuk Indonesia (Persero) terus memperkuat tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi guna memastikan pupuk…
LHOKSUKON - Warga Desa Cot Dah, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh dikejutkan…
ACEH UTARA | PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) terus memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat di…
Aceh Besar – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Aceh bergerak cepat mengatasi krisis air bersih…
Karo – Mitigasi bencana menjadi rangkaian upaya yang harus segera dilaksanakan pada saat terjadinya bencana…
JAKARTA - Bagi PT Rekayasa Industri (Rekind) Group, inovasi bukan lagi sekadar pilihan. Di tengah…
This website uses cookies.