ACEH UTARA | Tim Panitia Khusus (Pansus) Minyak Bumi dan Gas (Migas) DPRK Aceh Utara mengelar rapat khusus dengan pihak PT Pertamina Hulu Energi (PHE) di ruang Gedung Serbaguna DPRK setempat
“Rapat itu dilaksanakan sesuai hasil tim pansus DPRK Aceh Utara setelah turun ke lapangan di delapan kecamatan di lingkungan perusahaan tersebut,” Kata Ketua Pansus Migas DPRK Aceh Utara, Junaidi kepada awak, Kamis (13/6/2019).
Dia menambahkan berdasarkan hasil temuan, kepedulian PT PHE ke masyarakat sangat kurang, tidak seperti disaat masih beroperasi perusaahan ExxonMobil, baik dari segi lingkungan dan bantuan CSR.
“Kami dari Tim Pansus Migas DPRK Aceh Utara memanggil pihak PT PHE untuk mengkalrifikasi terkait masalah itu. Selain itu kita juga meminta data berapa dana CSR yang diberikan kepada masyarakat selama PT PHE hadir di Aceh Utara,” katanya.
Bahkan pihaknya kedepan akan melakukan pertemuan kembali antara pemerintah daerah dan Badan Pengelola Minyak Aceh (BPMA). Kita harap ada nilai lebih dari daerah penghasil migas dari pada daerah-daerah lain.
Sedangkan, Aceh Production Operations HR & General Affairs Superintendent PHE NSB, Armia Ramli mengatakan kepedulian perusahaan melalui sejumlah pogram CSR kepada masyarakat ada dalam tiga pilar kegiatan yaitu Pendidikan, Pemberdayaan ekonomi dan Kesehatan.
Kegiatan pendidikan fokus pada pendidikan anak usia dini berbasis karakter Semai Benih Bangsa (SBB), saat ini terdapat sebanyak 116 SBB di Aceh Utara. Selain itu juga pendidikan fokasi bekerjasama dengan Politeknik Negeri Lhokseumawe dengan mendidik para pemuda putus sekolah di sekitar perusahaan keahlian perbengkelan sepeda motor, lalu lulusannya diberikan bantuan mendirikan bengkel, saat ini sudah ada dua bengkel yaitu di Tanah Luas dan di Pirak Timu.
Selain itu, Pemberdayaan ekonomi fokus pada budidaya kakao (coklat) di lahan tidur milik masyarakat di dua kecamatan yaitu Tanah Luas dan Matangkuli, saat ini juga sudah dibangun koperasi kakao di Kecamatan Tanah Luas sehingga hasil kakao petani ditampung di koperasi diolah menjadi bahan baku tepung cokelat sebelum dijual.
Di bidang kesehatan yaitu penguatan posyandu desa dengan mendidik para kader posyandu dan memberikan perlengkapan posyandu bertaraf nasional dan makanan pendamping untuk menekan kematian ibu dan balita. Dengan bekerjasama dengan LSM lokal dan dinas kesehatan Kabupaten Aceh Utara
Selain itu juga bantuan kegiatan masyarakat baik kegiatan keagamaan seperti maulid, kegiatan olah raga, dan lain-lain yang diberikan setiap tahun. Selian itu juga bantaun pembangunan infrastruktur umum seperti rehabilitasi rumah ibadah, fasilitas pendidikan dan fasilitas pariwisata sejarah.
Dia menambahkan ruas ruas jalan fasilitas perusahaan milik PHE NSB – PHE NSO yang juga dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar rutin diperbaiki. “Pembersihan saluran air milik perusahaan yang juga digunakan oleh masyarakat juga rutin dilakukan, saat ini sedang proses administrasi internal setelah itu selesai langsung dilakukan pembersihan,” ujarnya. |MU
IDI RAYEUK- Sebanyak 24.500 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh…
KUALA SIMPANG - Ribuan pelajar Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, belum memiliki seragam sekolah dan…
Aceh Timur — Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, meminta seluruh camat agar memerintahkan para…
Takengon — Kebangkitan sektor pariwisata di Aceh Tengah pasca bencana longsor dan banjir bandang hingga…
LHOKSUKON - Sebanyak dua jembatan yang amblas karena banjir November 2025 lalu hingga hari ini,…
IDI RAYEUK – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, resmi memberlakukan Work From Home (WFH)…
This website uses cookies.