Categories: News

Cerita MJ dan Kegetiran Warga Miskin Bireuen

SUNGGUH miris nasib Abu Bakar, kakek miskin berusia 70 tahun asal Desa Alue Iet, Dusun Alue Buloeh, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, bertahun-tahun harus tinggal di temaram tanpa diterangi cahaya listrik di rumahnya.

Di rumah yang tidak layak huni itu, Abu Bakar tinggal bersama istrinya Rafiah yang juga sudah berusia senja. Selain itu, mereka juga menanggung anaknya yang mengalami keterlantangan mental.

Bertahun-tahun sudah sepasang suami istri itu tinggal di rumah yang jauh dari kata layak untuk ditempati dan di huni, selain itu, di malam hari mereka harus menyalakan lampu teplok (panyot) sebagai penerang ruangan sederhana di dalam rumahnya.

Bermimpi, ia dirinya sungguh bermimpi ingin memiliki cahaya penerang seperti listrik, sehingga ruangan di malam hari bisa terlihat jelas. Namun mimpi itu harus diurungkan, karena ekonominya yang sangat terhimpit. Jangankan untuk memasang listrik, mendapatkan makan saja sudah morat marit.

Sementara kondisi rumah yang ditinggali dan ditempati mereka saat ini merupakan hasil patungan dan bantuan dari sejumlah dermawan, sehingga bisa layak, sementara sebelumnya kondisi rumah mereka sudah bolong, kayu sudah mulai luput semua. Saat hujan mereka kebasahan, harus bangun dari tempat tidur berteduh di gudang milik orang.

“Pekerjaan saya hanya membuat sapu lidi, sapu lidi yang hanya berbentuk biasa itu saya jual Rp1000 per ikat. Dalam satu pekan saya hanya dapat dua ikat sapu lidi saja,” kata Abu Bakar, Jumat (29/3).
Kendati, demikian, di usianya yang seharusnya sudah bisa beristirahat tersebut. Dirinya tetap semangat untuk mencari uang demi bisa memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya itu.

Namun siapa sangka, mimpi dan impian Abu Bakar itu terwujud sudah di masa usia senjanya itu, ketika Forum Komunikasi Manager Unit Layanan Pelanggan PLN (FKMULP) Lhokseumawe memberikan kejutan kepada sepasang suami istri tua renta tersebut, terpancar senyum bahagia serta terharu di wajah keduanya.
Pihak PLN setelah menerima informasi dari warga, lalu mereka datang ke rumah kakek dan nenek tersebut serta melakukan pemasangan listrik gratis secara cuma-cuma.

“Ini merupakan salah satu wujud kepeduliaan PLN terhadap masyarakat yang kurang mampu. Dan harapan kita semoga mereka dapat menikmati tinggal di rumah yang diterangi listrik, di usianya yang senja,” ungkap Ketua FKMULP Lhokseumawe Mukhtar Juned akrab disapa MJ.

|TIM

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Helikopter Water Bombing Padamkan Tumpukan Kayu Sisa Banjir di Aceh Utara

LHOKSUKON- Helikopter water bombing akhirnya berhasil memadamkan api di tumpukan kayu sisa banjir Desa Babah…

16 hours ago

Aceh Utara Usulkan 200 Formasi CPNS Tahun 2026

LHOKSUKON– Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, mengusulkan sebanyak 200 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil…

2 days ago

Kontraktor Pembangunan Huntap Korban Banjir Mengeluh Harga Semen Mahal di Aceh Utara

LHOKSUKON – Kontraktor pembangunan hunian tetap (Huntap) untuk penyintas banjir di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi…

2 days ago

Bukti TJSL Berdampak Nyata dan Berkelanjutan: Rekind Raih 2 Penghargaan Top CSR Award 2026

JAKARTA | PT Rekayasa Indsutri (Rekind) memperoleh dua penghargaan di ajang Top CSR Awards 2026.…

2 days ago

Kebakaran Kayu Sisa Banjir Belum Dipadamkan, Warga Minta Diberi Alat Berat Agar Api Tidak Menyebar

LHOKSUKON– Memasuki hari ketiga, kebakaran kayu sisa banjir di Desa Babah Buloh, Kecamatan Sawang, Kabupaten…

2 days ago

NU Lhokseumawe Salurkan Dua Sapi Qurban untuk Korban Banjir dan Santri

Lhokseumawe- Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Lhokseumawe menyalurkan dua ekor sapi qurban untuk masyarakat…

3 days ago

This website uses cookies.