Categories: News

Nah Lo, Tukang Parkir Ditangkap, Ini Sebabnya…

LHOKSEUMAWE | Polres Lhokseumawe berhasil menangkap SP (46), tukar parkir di Pasar Cunda, Kota Lhokseumawe yang diduga melakukan pencurian sepmor serta percobaan memperkosa terhadap korban ER (40) seorang ibu rumah tangga (IRT) asal kota setempat saat berada di pasar tersebut.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Reskrim AKP Indra Trinugraha Herlambang, mengatakan, bermula kronologis kejadiannya, peristiwa itu terjadi pada 12 Maret 2019 lalu, sekitar pukul 03.30 WIB, korban keluar dari rumahnya dan menuju Pasar Cunda dengan menggunakan satu unit sepeda motor.

“Setibanya di Pasar Cunda tersebut, korban memarkirkan sepeda motornya, kemudian korban menuju ke lokasi pasar yang saat itu masih sangat sepi,” imbuh Kasat Reskrim, AKP Indra Trinugraha, dalam jumpa pers di Mapolres Lhokseumawe, Kamis (28/3).

Sambungnya, Saat itu korban mengeluarkan barang-barang dagangan milik pedagang yang dibawanya, Namun datang terduga pelaku menghampiri dan melarang korban mengeluarkan barang, dengan menyebutkan kalau kondisi pasar masih sepi dan korbanpun sendirian.

“Namun, disitulah terduga pelaku mencoba memperkosa korban dan terjadi pergumulan antara terduga pelaku dan korban, saat itu korban berteriak meminta tolong. Datang dua warga (saksi) dan melihat mereka sedang dalam kondisi bergemul dalam posisi tertidur,” ungkapnya.

Melihat warga datang terduga pelaku mengambil kunci serta sepeda motor korban, kemudian melarikan diri, menggunakan sepeda motor tersebut.

“Selanjutnya korban melaporkan kejadian itu dan terduga pelaku berhasil ditangkap pada 17 Maret 2019 lalu, di Gampong Lancang Garam, Kota Lhokseumawe. Sementara sepeda motor korban dibawa pelaku ke Kota Langsa yang disembunyikan dirumah keluarganya,”jelasnya.

Terduga pelaku dikenakan pasal 365 jo pasal 363 subs pasal 362 atau pasal 53 KUHP tentang pencurian dan pencobaan tindak pidana atau pasal 46 qanun nomor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat.

“Ancaman hukumannya paling lama sembilan tahun, paling rendah lima tahun, atau ancaman uqubat ta’zir cambuk paling banyak 45 kali, atau denda paling banyak 450 gram mas murni atau penjara paling lama 45 bulan.”pungkasnya. |MU/RI

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Rekind Tegaskan Komitmen K3, Proyek Salak Unit 7 Capai 2 Juta Jam Kerja Aman

JAKARTA - Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan prioritas yang tidak dapat ditawar bagi PT…

1 day ago

Bupati Al-Farlaky Hadiri Muzakarah Dayah Keude Dua

Disambut Hangat Ulama Kharismatik Aceh Aceh Timur – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I.,…

2 days ago

Pakar UI Ajak Mahasiswa Kenali Consent dan Lawan Kekerasan Digital

Lhokseumawe — Meningkatkan kesadaran terhadap kekerasan seksual di ruang digital menjadi fokus Kuliah Umum Program…

3 days ago

Baru 1 Tahun 5 Bulan, Mualem Copot Mantan Jubir Pemenangan dari Direksi PT PEMA

BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem, selaku pemegang saham utama…

3 days ago

Lagi, Bupati Al-Farlaky Toreh Penghargaan ILMA 2026, Inovasi Fiskal dan Penanganan Bencana

Denpasar – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., terpilih sebagai salah satu penerima…

4 days ago

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Perkuat Keandalan Operasional di Riau, Wakil Direktur Utama Tinjau Fuel Terminal Sei Siak

Pekanbaru – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus memperkuat keandalan operasional dan…

4 days ago

This website uses cookies.