LHOKSEUMAWE |Puluhan personel Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Kota Lhokseumawe menertibkan pedagang yang berada di sepanjang jalan lingkar obyek wisata Waduk Lhokseumawe, Desa Pusong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Rabu (27/2/2019).
Penertiban itu juga melibatkan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop), Dinas Perhubungan, dan Camat Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.
BACA JUGA : Pencuri Ketahuan Setelah Jual Kambing, Babak Belur Dihajar Massa
Kepala Satpol PP dan WH Kota Lhokseumawe, Irsyadi menyebutkan sebanyak 17 warung ditertibkan, termasuk kursi yang dipasang di badan jalan lingkar waduk tersebut.
“Kita sudah surati tiga kali para pedagang ini. Kita ingin, agar badan jalan tak dijadikan lokasi meletakan kursi. Keindahan waduk penting agar wisatawan nyaman,” sebutnya.
Selama ini, sambung Irsyadi, lokasi itu terkesan kumuh karena para pedagan mendirikan tenda dengan kayu. Hal itu berdampak keindahan waduk tertutup dengan tenda-tenda yang dibangun sembarangan.
Dia menegaskan tidak ada larangan untuk berjualan, namun harus mengikuti penataan, sehingga dagangan makanan dan minuman berdampak pada kenyamanan pengunjung.
“Kami imbau agar pedagang tertib, tata lokasi berjualan dengan bagus, jaga kebersihan di lokasi. Kalau wisatawan ramai berkunjung kan yang laku juga dagangan mereka. Ini harus kita jaga sama-sama,” pungkasnya. |KCM
Solok– Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) gerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada…
SUKABUMI | PT Rekayasa Industri (Rekind) selaku anggota joint operation kontraktor pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga…
ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si membuka secara resmi turnamen…
LHOKSUKON — Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, segera menindaklanjuti kondisi jembatan menuju SD Negeri…
LHOKSEUMAWE — Universitas Malikussaleh (Unimal) memperkuat kapasitas komunikasi kader kesehatan Gampong Paloh Punti, Kecamatan Muara…
LHOKSUKON- Sebuah video berisi keluhan guru tentang jembatan sepanjang tujuh meter di Desa Riseh Tunong,…
This website uses cookies.