Categories: News

Polisi Bersenjata Kawal Rekontruksi Pembunuhan Pedagang Es Campur

ACEH UTARA| Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian, memimpin rekontruksi kasus pembunuhan pedagang es campur, Jazuli di Desa Ujong Kulam, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, Senin (18/2/2019). Pengawalan ketat dilakukan aparat Polres Aceh Utara dengan bersenjata lengkap.

Pembunuhan itu sendiri terjadi pada 15 September 2018. Hadir dua tersangka yaitu istri korban JAM dan AM, selingkuhan istri korban. Mereka memperagakan 27 adegan selama pembunuhan. Mulai dari AM datang ke rumah korban, AM membuka pintu, hingga pembunuhan dengan cara dibacok, ditikam dan digorok leher korban.

BACA JUGA : Polsek Meurah Mulia urus SKCK Bisa Onlie

Setelah itu, AM sebagai eksekutor langsung melarikan diri. Proses pembunuhan itu disaksikan oleh istri korban JAM. Turut hadir dua jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Aceh Utara, Ferdiansyah dan Harri Zikra.

Ratusan warga menyaksikan proses rekontruksi itu. “Adegan yang diperagakan itu rangkaian dari keterangan kedua tersangka saat pemeriksaan. Sehingga rekontruksi ini bisa menggambarkan bagaimana peristiwa kriminal itu terjadi,” sebut AKBP Ian.

Terlihat sambung AKBP Ian, setelah membunuh korban, pelaku mengambil uang Rp 3 juta, untuk mengelabui petugas seakan-akan peristiwa itu perampokan. “Pembunuhan terhadap suaminya sudah direncakan. Atas perbuatannya kedua tersangka dapat jerat Pasal 340 Jo Pasal 338 Jo Pasal 55 KUHPidana dengan ancaman hukuman minimal 15 tahun penjara dan maksimal hukuman mati,”pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Jazuli (34) penjual es campur asal Desa Ujong Kulam, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, ditemukan tewas bersimbah darah didalam kamarnya, pada 15 September 2018 lalu, dengan luka gorok di bagian lehernya, korban ditemukan oleh istrinya, JAM ‎(30) dalam kondisi bersimpah darah dengan leher tergorok . |KCM

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

24.500 UMKM Rusak Karena Banjir Aceh Timur, Berharap Stimulus dari Pemerintah

IDI RAYEUK- Sebanyak 24.500 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh…

1 day ago

Derita Anak Penyintas Banjir Tamiang, Ribuan Belum Miliki Seragam dan Alat sekolah

KUALA SIMPANG - Ribuan pelajar Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, belum memiliki seragam sekolah dan…

1 day ago

Bupati Al-Farlaky Minta Camat dan Geuchik Uji Publik Ulang Data Penerima Bantuan Rumah BNPB

Aceh Timur — Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, meminta seluruh camat agar memerintahkan para…

3 days ago

Kebangkitan Wisata Aceh Tengah Masih Terkendala, Ini Harapan Pelaku Bisnis

Takengon — Kebangkitan sektor pariwisata di Aceh Tengah pasca bencana longsor dan banjir bandang hingga…

4 days ago

2 Jembatan Amblas Penghubung Antar Kecamatan Aceh Utara Belum Diperbaiki

LHOKSUKON - Sebanyak dua jembatan yang amblas karena banjir November 2025 lalu hingga hari ini,…

4 days ago

Begini Pengaturan WFH di Aceh Timur…

IDI RAYEUK – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, resmi memberlakukan Work From Home (WFH)…

5 days ago

This website uses cookies.