Categories: News

Penderita Gangguan Jiwa Bacok Warga, Begini Sikap Bupati

ACEH UTARA | Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib menyatakan pihaknya sangat prihatin atas insiden berdarah yang dilakukan oleh orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan korbannya adalah seorang geusyik dan seorang warga masyarakat di Gampong Singgah Mata Kecamatan Baktiya Barat.

Insiden yang terjadi pada  Selasa malam, 12 Februari 2019, itu mengundang prihatin banyak pihak, sehingga Bupati H Muhammad Thaib langsung memerintahkan Camat Baktiya Barat untuk mengambil langkah terbaik, khususnya terhadap geusyik yang menjadi korban pembacokan.

BACA JUGA : PIM Beli Seluruh Aset Pupuk Asean di Aceh Utara?

“Kami minta Camat untuk mengevakuasi korban agar mendapatkan penanganan medis secepatnya, baik di tingkat Puskesmas maupun di Rumah Sakit. Kami tahu Camat stand by di RSU Cut Meutia untuk memantau langsung kondisi Pak Geusyik Idris Mahmud, serta mengabarkan kepada kami secara real time,” kata Bupati melalui Kabag Humas Setdakab Aceh Utara Andree Prayudha, SSTP,  MAP, Sabtu (16/2/2019).

Dikatakan, sejak hari pertama insiden Bupati terus memberikan perhatian khusus, baik tentang kondisi korban maupun terkait keberadaan ODGJ tersebut. Alhamdulillah, kondisi Geusyik Idris Mahmud setelah melalui perawatan intensif saat ini semakin membaik.

Lebih jauh, Bupati H Muhammad Thaib mengajak seluruh aparatur gampong di Aceh Utara untuk mendaftarkan diri pada BPJS Ketenagakerjaan, sehingga bisa mendapat santunan apabila terjadi insiden-insiden atau kecelakaan kerja. Saat ini sekitar 500-an gampong di Aceh Utara telah mendaftarkan aparaturnya pada BPJS Ketenagakerjaan, hanya tersisa 300-an gampong lagi yang belum.

Manfaat yang bisa diperoleh jika terjadi insiden atau kecelakaan kerja akan sangat berguna karena akan mendapat bayaran klaim santunan dari BPJS. Sudah ada puluhan aparatur gampong di Aceh Utara yang mendapat klaim santunan, baik karena kecelakaan kerja ataupun yang meninggal dunia.

Insiden pembacokan oleh ODGJ di Gampong Singgah Mata Kecamatan Baktiya Barat berawal saat Zulfikar (30 tahun) yang selama ini diketahui mengidap gangguan jiwa, hendak dibawa ke RSJ di Banda Aceh. Pihak keluarga mengajak warga setempat untuk menyergapnya karena Zulfikar terus melawan sambil memegang sebilah parang.

Saat itulah Geusyik Idris Mahmud (53 tahun) dan seorang lainnya bernama Nurdin Usman (55 tahun) terkena sabetan parang. Keduanya langsung dilarikan ke rumah sakit, sedangkan Zulfikar berhasil disergap secara ramai-ramai dan kemudian diamankan ke Mapolsek Baktiya Barat. |RI

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Pertamina Patra Niaga Sumbagut Perkuat Sinergi dengan Polda Riau dalam Menjaga Ketahanan Energi

Pekanbaru – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) yang dipimpin oleh Executive General…

9 hours ago

24.500 UMKM Rusak Karena Banjir Aceh Timur, Berharap Stimulus dari Pemerintah

IDI RAYEUK- Sebanyak 24.500 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh…

2 days ago

Derita Anak Penyintas Banjir Tamiang, Ribuan Belum Miliki Seragam dan Alat sekolah

KUALA SIMPANG - Ribuan pelajar Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, belum memiliki seragam sekolah dan…

2 days ago

Bupati Al-Farlaky Minta Camat dan Geuchik Uji Publik Ulang Data Penerima Bantuan Rumah BNPB

Aceh Timur — Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, meminta seluruh camat agar memerintahkan para…

4 days ago

Kebangkitan Wisata Aceh Tengah Masih Terkendala, Ini Harapan Pelaku Bisnis

Takengon — Kebangkitan sektor pariwisata di Aceh Tengah pasca bencana longsor dan banjir bandang hingga…

5 days ago

2 Jembatan Amblas Penghubung Antar Kecamatan Aceh Utara Belum Diperbaiki

LHOKSUKON - Sebanyak dua jembatan yang amblas karena banjir November 2025 lalu hingga hari ini,…

5 days ago

This website uses cookies.