Categories: News

Ratusan Balok Kayu dari Hutan Lindung Disita, DPO Diburu

ACEH TIMUR | Tim Polres Aceh Timur akhirnya berhasil menangkap 203 potong kayu gelondongan dan olahan di pedalaman Desa Beudari, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, Selasa (29/1/2019). Untuk menuju lokasi itu, petugas terpaksa naik membuat rakit kayu. Pasalnya, harus menyeberang sungai dan taka da jembatan.

BACA JUGA : Hore! Seleksi Pegawai Setara PNS Dibuka 8 Februari

Kapolres Aceh Timur, AKBP Wahyu Kuncoro dalam konferensi pers di Mapolres Aceh Timur, Rabu (6/2/2019) menyebutkan, identitas pemilik kayu itu telah diketahui. Saat ini, pria yang masih dirahasiakan identitasnya ini sudah dimasukan dalam Daftar Pencarian Orang(DPO) Polres Aceh Timur.

AKBP Wahyu menjelaskan kayu itu ditebang dari hutan lindung. Sehingga polisi melakukan penangkapan. “Di lokasi kita temukan sejenis rumah singgah. Kami duga disana mereka beristirahat, itu di atas bukit. Lalu kayu tadi setelah dibelah alakadar, digulingkan dari gunung ke sungai. Di hulu sungai nanti baru diangkut dan diolah menjadi papan dan bentuk lainnya,” sebut Kapolres.

Namun, sayangnya sambung AKBP Wahyu, mereka tidak menemukan satu orang pun dalam penangkapan itu. “Sepertinya mereka sudah tau kedatangan kita,” ujarnya.

Untuk mengankut barang bukti kayu, sambungnya, polisi terpaksa membuat rakit melewati sungai seterusnya berhenti di Desa Sekerak Kanan, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang.

“Dari Tamiang kita angkut lagi ke Polres Aceh Timur. Jadi cukup butuh waktu, sehingga baru kita sampaikan ke publik hari ini,” terangnya.

Saat ini, sambung Kapolres, penyidik meminta keterangan dari tim Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) III Wilayah Langsa untuk mengetahui jenis kayu, sekaligus melakukan pengukuran tonase barang bukti yang sudah diamankan.

“Untuk tersangka, kita buru sampai ketemu,” pungkasnya. |KCM

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Cuaca Ekstrem, Wilayah Tengah Aceh Waspada Longsor

LHOKSUKON– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kantor Bandara Sultan Malikussaleh, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi…

3 hours ago

Selama Libur Sekolah Relawan MBG Tanpa Gaji di Lhokseumawe, Warga Minta BGN Jaga Kualitas

LHOKSEUMAWE- Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan suplai distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) selama libur sekolah…

3 hours ago

Kebun PTPN Cot Girek Diokupasi dan Dijarah: Pekerja Menderita Negara Rugi Miliaran

COT GIREK: Ribuan orang pekerja dan keluarganya di salah satu Kebun milik BUMN di Cot…

3 hours ago

Pupuk Indonesia Mampu Tingkatkan Produktivitas Padi di Kulon Progo Melalui Pemupukan Berimbang

Kulon Progo – PT Pupuk Indonesia (Persero) terus mendorong petani di berbagai daerah untuk menerapkan…

3 hours ago

Pertamina Berkah Hadir di Lima Provinsi Wilayah Sumbagut, Tebar Kepedulian bagi Anak Yatim, Duafa dan Disabilitas

Medan – PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menghadirkan…

3 hours ago

Ny Lismawani, Istri Bupati Al-Farlaky Raih Gelar Doktor

BANDA ACEH– Kabar membanggakan datang dari keluarga Bupati Aceh Timur. Istri Bupati Aceh Timur, Ny.…

4 hours ago

This website uses cookies.