Categories: FeaturedNews

Perkuat Resiliensi Pasca-Bencana, Kolaborasi Multipihak Resmikan PLTS Atap di Masjid Nurul Iman Aceh Tamiang

ACEH TAMIANG— Upaya memperkuat ketahanan energi sekaligus resiliensi masyarakat di wilayah rawan bencana terus dilakukan melalui kolaborasi multipihak. Kementerian Agama RI bersama Bank Indonesia dan Konsorsium NUUR+ secara resmi menyerahkan bantuan Program Wakaf Panel Surya kepada Masjid Nurul Iman di Kampung Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Bantuan tersebut berupa instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 7.320 watt peak (Wp).

Kehadiran PLTS ini tidak hanya menjadi langkah untuk mendorong pemanfaatan energi bersih, tetapi juga diharapkan memperkuat keandalan pasokan listrik bagi masyarakat di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi. Kecamatan Bandar Pusaka dan sejumlah wilayah pelosok Aceh Tamiang kerap menghadapi ancaman banjir bandang dan tanah longsor yang dapat mengakibatkan terganggunya jaringan listrik utama.

Dalam kondisi darurat, masjid memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar tempat ibadah. Bangunan masjid sering kali menjadi tempat evakuasi, pusat pengungsian, lokasi koordinasi bantuan, hingga ruang berkumpul masyarakat ketika akses dan fasilitas umum lainnya terganggu. Karena itu, keberadaan sumber energi mandiri di masjid dinilai dapat menjadi bagian penting dari upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., mengatakan pemanfaatan energi surya melalui skema wakaf merupakan bentuk nyata penerapan ekoteologi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Menurutnya, pengembangan masjid ramah lingkungan tidak hanya berkaitan dengan aspek penghematan energi, tetapi juga bagian dari upaya menjadikan masjid sebagai pusat kemaslahatan yang tangguh dan berkelanjutan.

“Pemanfaatan energi surya melalui kolaborasi wakaf ini adalah bukti konkret bahwa ekoteologi adalah aksi nyata. Kementerian Agama terus berupaya mendorong lahirnya masjid-masjid ramah lingkungan yang mandiri energi, tangguh bencana, dan memberi kemaslahatan yang luas bagi masyarakat,” ujar Abu Rokhmad.

Berdasarkan data Sistem Informasi Masjid (SIMAS), terdapat 710.441 masjid dan musala yang terdaftar secara nasional. Kementerian Agama menargetkan 44 persen masjid dan 28 persen musala di antaranya dapat bertransformasi menjadi eco-masjid yang menerapkan prinsip ramah lingkungan secara berkelanjutan. Dalam konteks kebencanaan, masjid juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai simpul adaptasi, mitigasi, dan kesiapsiagaan masyarakat.

PLTS yang dipasang di Masjid Nurul Iman diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 532 kilowatt hour (kWh) energi listrik per bulan. Selain meningkatkan kemandirian energi, sistem tersebut diperkirakan dapat menghemat biaya listrik masjid hingga sekitar Rp768.000 setiap bulan serta mengurangi emisi karbon sekitar 478 kilogram. Efisiensi yang dihasilkan nantinya dapat dialihkan untuk mendukung kegiatan pemakmuran masjid dan pemberdayaan jamaah.

Program Wakaf Panel Surya ini merupakan hasil sinergi Konsorsium NUUR+, yang terdiri atas Wakaf Al Azhar, MOSAIC, Enter Nusantara, dan Wakaf Salman. Pendanaan program bersumber dari donasi yang dihimpun dari karyawan Bank Indonesia, sementara Enter Nusantara berperan sebagai mitra pelaksana yang mengawal proses instalasi hingga edukasi dan pendampingan kepada masyarakat.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, Yudo Herlambang, mengatakan keterlibatan Bank Indonesia dalam program tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk mendorong pengembangan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di daerah. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah penguatan ekonomi dan keuangan syariah, termasuk melalui optimalisasi potensi wakaf.

“Bank Indonesia turut mengambil bagian dalam mendorong pengembangan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di daerah. Salah satu bagian yang kami dorong adalah penguatan ekonomi dan keuangan syariah, termasuk melalui optimalisasi potensi wakaf,” kata Yudo.

Menurut dia, wakaf yang dikelola secara produktif memiliki potensi untuk menciptakan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Pemanfaatan wakaf untuk pembangunan PLTS, misalnya, tidak hanya membantu mengurangi biaya operasional masjid, tetapi juga dapat memperkuat kemandirian ekonomi umat sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.

“Wakaf panel surya yang dikelola secara produktif dapat mendukung kemandirian ekonomi umat, menciptakan efisiensi, memperluas manfaat sosial, serta pada akhirnya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan Dewan Pembina MOSAIC sekaligus Komisioner Badan Wakaf Indonesia (BWI), M. Ali Yusuf. Ia menilai kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa wakaf memiliki ruang pemanfaatan yang luas dan dapat menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus persoalan lingkungan.

“Kolaborasi ini membuktikan bahwa potensi wakaf itu sangat luas. Lewat kerja sama dengan Bank Indonesia dan berbagai mitra, wakaf kini tidak hanya berdampak pada kemaslahatan umat dan kemakmuran masjid, tetapi juga punya peran besar dalam menjaga kelestarian bumi atau hablum minal ‘alam,” katanya.

Untuk memastikan fasilitas tersebut dapat berfungsi secara berkelanjutan, program ini juga dilengkapi dengan pelatihan teknis bagi pemuda dan warga Kampung Babo. Masyarakat dibekali pengetahuan dasar mengenai pemeliharaan harian, pembersihan panel, serta penanganan gangguan teknis ringan. Pelibatan warga ini diharapkan membuat pengelolaan fasilitas tidak sepenuhnya bergantung pada pihak luar dan sekaligus membangun kapasitas lokal dalam pemanfaatan teknologi energi terbarukan.

Kepala Desa Babo, Khairi Ramadhan, menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut. Ia mengatakan, gangguan pasokan listrik kerap menjadi persoalan bagi warga ketika banjir terjadi. Karena itu, keberadaan sumber listrik mandiri di masjid memberikan manfaat yang tidak hanya dirasakan untuk kegiatan ibadah, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat ketika menghadapi situasi darurat.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan solar panel ini. Wilayah kami sering kali terkendala listrik padam saat terjadi banjir. Adanya pasokan listrik mandiri di masjid ini tidak hanya membantu penerangan ibadah, tetapi juga memberikan ketenangan bagi warga,” ujar Khairi.

Ia optimistis keterlibatan warga dalam pelatihan pemeliharaan akan membantu memastikan fasilitas tersebut dapat dirawat dan dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Kehadiran PLTS di Masjid Nurul Iman pada akhirnya bukan sekadar pemasangan teknologi energi terbarukan di sebuah rumah ibadah. Program ini membawa gagasan yang lebih luas tentang bagaimana masjid dapat menjadi bagian dari solusi menghadapi perubahan lingkungan, keterbatasan energi, dan risiko bencana. Dengan energi yang lebih mandiri, biaya operasional yang lebih efisien, serta masyarakat yang memiliki kemampuan merawat fasilitas, Masjid Nurul Iman diharapkan dapat menjadi contoh masjid hijau yang tangguh dan memberi manfaat lebih luas bagi lingkungan sekitarnya.

Setelah Aceh Tamiang, Konsorsium NUUR+ menargetkan perluasan program wakaf energi terbarukan ke sejumlah masjid di Sumatera Utara dan Jawa Barat. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan wakaf untuk energi bersih sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dan lembaga keagamaan dalam transisi energi nasional. Konsorsium NUUR+ menargetkan kontribusi hingga 1 gigawatt (GW) dari target pengembangan energi surya nasional sebesar 100 GW.|DIMAS

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Genjot Pembangunan, Bupati Al-Farlaky Mulai Aspal Jalan Sungai Raya–Gajah Mentah

Gelontorkan 4,7 Milyar Anggaran Aceh Timur — Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terus menggenjot pembangunan infrastruktur…

5 minutes ago

Bupati Al-Farlaky: Rp 15 Miliar Untuk Jalan Lintas Keude Geurubak Tahun 2027

ACEH TIMUR — Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., mengatakan, pihaknya akan menggelontorkan…

2 days ago

Dukung Produktivitas Pembudidaya Ikan, Pupuk Indonesia Optimalkan Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Sumbawa

Sumbawa– PT Pupuk Indonesia (Persero) terus memperkuat dukungan terhadap peningkatan produktivitas sektor perikanan melalui optimalisasi…

2 days ago

API Wilayah Aceh Gelar Kajian Bulanan Perdana, Bahas Jiwa dan Tahapan Perkembangan Manusia dalam Al-Qur’an

Asosiasi Psikologi Islam Wilayah Aceh menyelenggarakan Kajian Bulanan perdana dengan tema “Jiwa (Al-Nafs) dan Tahapan…

3 days ago

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Terus Dorong Upaya Pemulihan Pasca Banjir Bandang “Galodo” di Kabupaten Solok

Solok – Penanganan pemulihan pasca bencana menjadi langkah yang harus masif dilaksanakan agar masyarakat dapat…

4 days ago

Mengenal Calandra & Sativa Hotel Management

Tumbuh Bersama Industri Perhotelan Indonesia Mengenal perjalanan Calandra & Sativa Hotel Management, sebuah nama yang…

4 days ago

This website uses cookies.