Categories: Uncategorized

Direktur RSUCM Aceh Utara Pimpin Pengobatan di Lokasi Banjir

ACEH UTARA– Manajemen Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, mengerahkan seluruh dokter di rumah sakit itu untuk membantu korban banjir di lokasi pengungsian.

Direktur RSUCM Aceh Utara, Syarifah Rohaya, menyebutkan 20 dokter umum, spesialis, dan psikolog dikerahkan ke dua titik pengungsian di Desa Kuala Cangkoi dan Kuala Keureuto, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (6/12/2025).

Mereka dari perhimpunan spesialis penyakit dalam, ikatan dokter anak, ikatan dokter Indonesia, ikatan alumni mata Universitas Brawijaya, ikatan ortodontis Indonesia dan psikolog.

Dia menyebutkan, pengerahan dalam jumlah besar itu untuk membantu pemulihan korban bencana.

Keluhan pengungsi mulai sakit mata, aneka penyakit anak, demam, gatal, luka kena benda tajam, sesak nafas, dan lain sebagainya.

Langkah itu seiring intruksi Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil untuk mengerahkan seluruh tenaga kesehatan ke lokasi banjir.

“Kami pastikan layanan rumah sakit tetap maksimal. Memang over kapasitas dari biasanya, saat ini sudah 200 korban banjir dirawat di rumah sakit. Seluruhnya gratis, jumlah itu pasti terus bertambah,” kata Rohaya.

Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil mengintruksikan seluruh tenaga medis sesuai keahlian masing-masing berada di lokasi pengungsian yang jumlahnya semakin bertambah. Saat ini, terdapat 503 titik pengungsian.

“Berbagi jam tugas, sebagian di rumah sakit, sebagian di lapangan. Intinya jangan ada rakyat kita yang terkendala pengobatan,” kata pria akrab disapa Ayahwa ini.

Dia menyebutkan warga rentan selama banjir 1.081 ibu hamil, 6.927 orang balita, 4.536 lanjut usia, 274 disabilita. Mereka tersebar di 503 titik pengungsian.

Data itu sambung Ayahwa terus berubah dari hari ke hari seiring perkembangan di lapangan. Dia menyebutkan 837.620 jiwa terdampak banjir di kabupaten itu.

Kerusakan Fasilitas Kesehatan
Data sementara, sebanyak 22 Puskesmas rusak berat, enam rusak ringan, selain itu 61 Pustu rusak berat dan 20 rusak ringan di Kabupaten Aceh Utara.

Sekadar diketahui,banjir di kawasan itu mulai terjadi 22 November 2025. Kini sejumlah titik masih terisolir dan belum bisa diakses. Sedangkan kabuapten lain di Aceh banjir baru terjadi pada 26 November 2025.

|KOMPAS

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Lagi, Bupati Al-Farlaky Toreh Penghargaan ILMA 2026, Inovasi Fiskal dan Penanganan Bencana

Denpasar – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., terpilih sebagai salah satu penerima…

2 hours ago

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Perkuat Keandalan Operasional di Riau, Wakil Direktur Utama Tinjau Fuel Terminal Sei Siak

Pekanbaru – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus memperkuat keandalan operasional dan…

2 hours ago

Jelang Musim Tanam, Pupuk Indonesia Siapkan 1,81 Juta Ton Stok Pupuk Nasional

Jakarta,– PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan ketersediaan stok pupuk nasional sebanyak 1,81 juta ton dapat…

2 hours ago

Serapan TKD Bireuen Nol Persen, Anggaran Rp33,1 Miliar Belum Terealisasi

BANDA ACEH – Kabupaten Bireuen tercatat sebagai daerah dengan realisasi Transfer ke Daerah (TKD) tambahan…

1 day ago

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Tanggap Darurat Bencana, Salurkan Bantuan Masyarakat Terdampak Bencana Banjir di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) tanggap darurat bencana banjir…

2 days ago

Respon Komplain Pelanggan , Bupati Al-Farlaky Panggil Direktur PDAM

Bentuk Tim Audit Benahi Layanan Air Bersih Aceh Timur – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman…

2 days ago

This website uses cookies.