Categories: Edukasi

PNL dan Fatoni University Thailand Perkuat Jejaring Global melalui Program Budaya Aceh dan Bahasa Indonesia

Lhokseumawe — Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) terus memperluas jejaring kolaborasi internasional melalui kegiatan bertajuk “Acehnese Culture and Indonesian Language Program and Implementation of Agreement Signing Ceremony between Fatoni University, Thailand and Politeknik Negeri Lhokseumawe.”
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Theater Lantai V Gedung Technopreneurship Development Center (TDC) ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan akademik dan budaya antara Indonesia dan Thailand.

Dalam sambutannya, Direktur PNL, Dr (C). Ir. Rizal Syahyadi, ST., M.Eng.Sc., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng., menyampaikan apresiasi tinggi kepada manajemen dan delegasi mahasiswa dari Fatoni University. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal dalam memperkuat kolaborasi internasional, khususnya dalam program pertukaran mahasiswa dan pembelajaran lintas budaya.

“Hari ini menjadi bukti nyata komitmen kita dalam membangun jejaring global. Melalui kerja sama ini, nama PNL akan semakin mengglobal, sejalan dengan visi kami: berakhlak, inovatif, unggul, dan berdaya saing global,” ujarnya.

Direktur PNL juga menambahkan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan menandatangani perjanjian kerja sama dengan salah satu perguruan tinggi di Malaysia, serta menerima kunjungan delegasi dari Prancis, Malaysia, Filipina, dan Tiongkok pada tahun mendatang.

“Insya Allah tahun depan manajemen PNL akan berkunjung ke Fatoni University. Ini bukan hanya tentang akademik, tapi juga tentang pertukaran nilai, budaya, dan persahabatan antarbangsa,” tambahnya.

Rizal Syahyadi turut menyinggung pentingnya pendidikan sebagai fondasi kemajuan bangsa.

“Indonesia adalah negara yang memiliki peluang besar untuk maju. Namun jika kita tidak serius dalam pendidikan, kita akan tergilas oleh perubahan. Karena itu, kolaborasi seperti ini adalah langkah strategis menuju masa depan yang lebih baik,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Asst. Prof. Mahamadaree Waeno, BE., M.Sc., Vice Dean of Faculty of Liberal Arts and Social Sciences Fatoni University, Thailand, menyampaikan rasa haru dan bangga atas sambutan hangat yang diterima di PNL. Ia menuturkan bahwa mahasiswa Fatoni University sangat antusias mempelajari budaya Aceh dan bahasa Indonesia.

“Fatoni University memiliki akar kuat pada tradisi Melayu dan tulisan Jawi. Kami melihat bahwa nilai-nilai perdamaian Aceh sangat relevan untuk diterapkan di Thailand Selatan. Setelah datang ke Indonesia, persepsi kami berubah, kami melihat keragaman yang damai dan penuh kehangatan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa bahasa Indonesia kini menjadi bahasa ketiga yang paling banyak diminati oleh mahasiswa di Fatoni University, setelah bahasa Inggris dan bahasa Arab.

“Saya sangat terharu berada di sini. Hubungan kami dengan Indonesia terasa begitu erat, dan kami bangga dapat menjadi bagian dari program yang penuh makna ini,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Pusat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) PNL, Yusnimar, S.Pd., M.TESOL, dalam laporannya menjelaskan bahwa program BIPA saat ini tengah berkembang pesat di tingkat global.

“Bahasa Indonesia kini menjadi salah satu bahasa yang paling diminati dunia. Di berbagai negara Eropa dan Amerika telah berdiri pusat-pusat pembelajaran bahasa Indonesia. Bahkan, Bahasa Indonesia telah ditetapkan sebagai bahasa resmi ASEAN dan masuk dalam daftar sepuluh bahasa dunia oleh UNESCO,” ungkapnya.

Menurut Yusnimar, kehadiran 10 mahasiswa delegasi Fatoni University ke PNL merupakan bagian dari upaya memperkenalkan keindahan budaya Aceh dan memperluas diplomasi kebahasaan Indonesia di ranah internasional.

“Mereka datang bukan hanya untuk belajar bahasa, tetapi juga untuk memahami nilai-nilai kehidupan dan budaya lokal Aceh yang sarat makna,” tambahnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh para Wakil Direktur PNL, Ketua dan Sekretaris Senat, Ketua Jurusan, Kepala Pusat, Kepala Unit Penunjang Administrasi (UPA), Kabag, Kasubbag, Koordinator Humas dan Kerja Sama, Koordinator Kantor Urusan Internasional, Tim BIPA, serta perwakilan mahasiswa dari seluruh jurusan. Lebih dari 200 peserta hadir dalam kegiatan yang berlangsung penuh semangat dan kehangatan tersebut.

Melalui kegiatan ini, PNL kembali menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan vokasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif membangun diplomasi budaya dan bahasa sebagai jembatan persahabatan antarbangsa.

|MUMUL

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Gerak Cepat Salurkan Bantuan Penanggulangan Asap di Kerumutan, Pelalawan

Pelalawan– Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) gerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan upaya…

11 hours ago

Tak Ada Pen, Syukri Pulang: Patah Tulang Harus Menunggu Sepekan di Aceh Utara?

ACEH UTARA — Bukan hanya rasa sakit akibat tulang kaki yang patah yang harus ditahan…

18 hours ago

3 Pemain Bola Disambar Petir, 1 Tewas, 2 Kritis di Aceh Timur

IDI – Sebanyak tiga pemain bola di Desa Pante Panah, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh…

2 days ago

Dosen PPPK Jadi PNS Langsung Tanpa Tes, Prabowo Perlu Tiru Kebijakan Era SBY

Wacana alih status dosen berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menjadi Pegawai Negeri Sipil…

2 days ago

Bupati Al-Farlaky Pimpin Rapat Percepatan Huntap, Tekankan Data Akurat dan Kualitas Pembangunan

Aceh Timur– Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I,M.Si memimpin rapat percepatan pembangunan hunian tetap…

3 days ago

Pupuk Indonesia Tingkatkan Produktivitas Padi Dairi Menjadi 12,3 Ton Per Hektar

Sumatera Utara – PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil meningkatkan produktivitas padi di Desa Lumban Toruan,…

3 days ago

This website uses cookies.