Categories: Advertorial

Mereka Berjuang di Kamar Operasi RSUCM Aceh Utara…

SELASAR Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, terlihat lengang. Maklum, ini musim libur panjang sejak 29 Mei – 1 Juni 2025. Libur kenaikan Isa Almasih dan cuti bersama. Ditambah libur akhir pekan.

Namun, di sudut ruangan operasi, tim dokter bedah sedang berjuang. Mereka dr Joandre Fauza, Sp.BS dan dr Zaki Fikran Sp.An. Dibantu tim perawat bedah sentral dan dokter muda dari Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh, Aceh Utara.

“Musibah tidak kenal hari libur,” kata Joandre sambil tersenyum usai operasi, Sabtu (31/5/2025). Dia baru saja menyelesaikan operasi korban kecelakaan lalu lintas.

Setidaknya dua operasi digelar hari itu untuk M Abidzan Al Gifary (16) dari Kota Lhokseumawe dan Ismail Ishak (45) dari Kecamatan Matang Kuli, Kabupaten Aceh Utara. Untuk Ismail Ishak terjadi perdarahan otak dan retak tulang tengkorak.

Ruang operasi RSUCM Aceh Utara |BAKATA|IST

Sedangkan untuk M Abidzan, terjadi pembesaran kepala. Sehingga dipasang vp shunt atau pemasangan selang hidrochepalus.

Begitulah potret pekerja medis di rumah sakit. Ditengah pekerja lainnya menikmati libur panjang, mereka berjuang menyelamatkan sesama. “Udah jalan pengabdian,” sebut Joandre.

Direktur RSUCM Aceh Utara, dr Syarifah Rohaya, Sp.M, menyebutkan di rumah sakit plat merah itu sudah ada standar operasi prosedur untuk aktivitas layanan selama libur. Sehingga, pasien emergency tetap ditangani dengan baik.

Direktur RSUCM Aceh Utara dr Syarifah Rohaya, Sp.M |BAKATA|IST

“Namanya juga rumah sakit utama pemerintah, seluruhnya harus siap, tidak kenal hari libur. Jika memang perlu tindakan operasi setelah dianalisis tim dokter, maka operasi segera digelar,” katanya.

Dia pun bangga atas kekompak tim mulai dari staf, perawat, dokter umum hingga spesialis. “Mereka pejuang, luar biasa dedikasinya,” puji dokter yang akrab disapa Aya ini.

Apalagi, sambungnya, pasien berasal dari keluarga kurang mampu. Tim medis rumah sakit bahkan memandu hingga proses administrasi agar bisa sebagai peserta program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) dengan seluruh biaya ditanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Pasien paska operasi di RSUCM Aceh Utara |BAKATA

“Terpenting tindakan medis dulu, untuk administrasi bisa segera dilengkapi oleh keluarga pasien. Jika tidak paham, tim rumah sakit bisa dimintai bantu untuk memandunya,” terang Rohaya.

Khusus untuk Provinsi Aceh, kepesertaan JKN didaftarkan pemerintah daerah (dibayarkan pemerintah Aceh). Syaratnya minimal warga memiliki nomor induk kependudukan (NIK), kartu keluarga dan data kependudukan lainnya.

“Sekarang pasien masih di ruang ICU (Intensive Care Unit). Kondisinya makin membaik. Rutin dikontrol oleh tim dokter. Semoga lekas sembuh,” terangnya.

Dipastikan layanan operasi yang super mahal itu gratis, diklaim oleh BPJS Kesehatan.

Layanan JKN Mobile

Humas RSUCM Aceh Utara, dr Harry Laksamana, menyebutkan rumah sakit itu membantu pasien dan keluarganya yang tidak paham digitaliasi, untuk proses pendaftaran JKN Mobile. Proses pendaftaran itu dilakukan duta JKN.

Dua staf administrasi diposisikan sebagai duta JKN yaitu Dinda Shole Khatul Zannah, dan Syafrina. Mereka dilengkapi dengan syal bertuliskan Duta JKN, berdiri tepat di mesin pendaftaran pasien. Merekalah garda terdepan membantu keluarga pasien untuk proses pendaftaran aplikasi mobile JKN.

Duta JKN RSUCM Aceh Utara menjelaskan proses pendaftaran aplikasi mobile JKN |BAKATA|IST

Tak hanya pasif, mereka juga menyisir selasar bangunan poli rumah sakit plat merah itu. Sesekali menanyakan pada masyarakat yang duduk apakah sudah mendaftarkan mobil JKN atau belum.

Jika belum, mereka pun segera meminta untuk mendonload aplikasi dan memandunya dengan detail dan teliti. Nada suara lembut, pelan dan teratur agar pasien memahami penjelasan demi penjelasan.

Agar kedepan tak perlu lagi bertanya pada staf rumah sakit. Cukup langsung menggunakan mobile JKN itu.

“Inovasi ini bertujuan untuk mempermudah akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, sekaligus mengurangi antrean panjang di rumah sakit,” terang Harry.

Pejabat Pengganti Sementara Kepala BPJS Kesehatan Cabang Lhokseumawe, Baharuddin, dihubungi terpisah menyebutkan, layanan BPJS Kesehatan asalkan terdaftar sebagai peserta Program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) aktif. Adapun untuk di wilayah Provinsi Aceh, kepesertaan JKN sebagai masyarakat yang didaftarkan pemerintah daerah (dibayarkan pemerintah Aceh) dapat diperoleh masyarakat dengan minimal memiliki nomor induk kependudukan (NIK), kartu keluarga dan data kependudukan lainnya.

“Harus diingat, kepesertaan di BPJS berbasis data kependudukan seperti NIK dan KK. Jika ada itu dan terdaftar sebagai peserta aktif, pasti bisa diklaim,” terangnya.

Dia pun mengapresiasi langkah RSUCM Aceh Utara untuk pro aktif membantu warga menggunakan JKN Mobile. Sehingga meringkas antrian di poli dan membantu percepatan administrasi bagi keluarga pasien.

“Kami apresiasi kebijakan RSUCM,” pungkasnya.

Sepanjang Mei dan Juni 2025 ini, akan banyak libur panjang dan libur Idul Adha. Otomatis, para tenaga medis itu tak merasakan libur bersama keluarga. Meninggalkan rumah demi tugas mulia, menyelamatkan nyawa sesama.

|ADVERTORIAL

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Senat Unimal Tetapkan Tiga Calon Rektor

ACEH UTARA – Senat Universitas Malikussaleh (Unimal) menetapkan tiga calon rektor yang akan melaju ke…

21 hours ago

Masuki Musim Tanam, Pupuk Indonesia Siap Penuhi Kebutuhan Pupuk Bersubsidi di Madiun Raya

 Madiun - PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan petani di wilayah Madiun Raya dapat memenuhi kebutuhan…

2 days ago

Amoda Hotel By Sativa Resmi Hadirkan Gedung Baru, Tingkatkan Fasilitas dan Kenyamanan Tamu di Banda Aceh

BANDA ACEH – AMODA Hotel By Sativa resmi menghadirkan gedung baru dengan penambahan berbagai fasilitas…

2 days ago

Genjot Pembangunan, Bupati Al-Farlaky Mulai Aspal Jalan Sungai Raya–Gajah Mentah

Gelontorkan 4,7 Milyar Anggaran Aceh Timur — Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terus menggenjot pembangunan infrastruktur…

1 week ago

Perkuat Resiliensi Pasca-Bencana, Kolaborasi Multipihak Resmikan PLTS Atap di Masjid Nurul Iman Aceh Tamiang

ACEH TAMIANG— Upaya memperkuat ketahanan energi sekaligus resiliensi masyarakat di wilayah rawan bencana terus dilakukan…

1 week ago

Bupati Al-Farlaky: Rp 15 Miliar Untuk Jalan Lintas Keude Geurubak Tahun 2027

ACEH TIMUR — Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., mengatakan, pihaknya akan menggelontorkan…

1 week ago

This website uses cookies.