Categories: News

Kekejaman Detail Oknum TNI AL Terhadap Sales Mobil di Aceh…

POLISI  Militel Angkatan Laut (Pomal) Lhokseumawe, Provinsi Aceh menggelar rekontruksi kasus pembunuhan terhadap sales mobil asal Krueng Geukuh, Aceh Utara, Hasfiani akrab disapa Imam, Rabu (26/4/2025).

Pomal menghadirkan pelaku berpangkat Kelasi Dua berinisial DI yang dua tahun terakhir berdinas di KAL Bireuen TNI AL Lhokseumawe. Dalam rekontruksi pelaku memperagakan bagaimana membunuh korban didalam mobil yang akan dibeli jenis Toyota Etios Valco warna putih. Diberita sebelumnya tertulis mobil jenis Innova warna hitam.

Adegan dimulai dari DI berbicara lewat facebook dengan korban. Mereka lalu bertemu pada 14 Maret 2025 di Krueng Geukuh, Kabupaten Aceh Utara.

Keduanya menaiki sepeda motor menuju lokasi mobil yang akan dibeli di Kompleks Aceh Asean Fertilizer. Setiba di lokasi, pelaku dan korban naik ke dalam mobil untuk uji kelayakan atau tes drive.

Saat itu, pelaku pura-pura turun untuk melihat ban yang tidak pas. Korban duduk disebelahnya tidak mau turun dari mobil. Saat itulah, pelaku menarik pistol rakitan dan menembak korban kena di pelipis kanan tembus kepala.

Suara tembakan ini terdengar oleh warga kompleks. Pelaku lalu tancap gas ke arah Medan, Sumatera Utara.

Belakangan diketahui, pelaku singgah ke pos TNI AL Rancong Lhokseumawe. Dia sempat meminta bantu juniornya oknum TNI AL di lokasi ini untuk membuang mayat korban. Sang junior tidak mau ikut serta dan meninggalkan pelaku.

Lalu, pelaku membawa mobil dan jenazah didalamnya ke arah Pelabuhan Krueng Geukuh, Kabupaten Aceh Utara. Di sini, dia meminta dua juniornya AD dan AZ. Merekalah yang diminta tolong untuk membersihkan darah dalam mobil dan membuang jasad korban ke Gunung Sala, Kabupaten Aceh Utara. Jasad itu dimasukan dalam karung ukuran besar.

Sepulang dari membuang mayat, pelaku membuang pistol ke sungai di Kabupaten Aceh Utara. Hingga kini, pistol yang dibeli di Lampung itu belum ditemukan.

Lalu, pelaku memarkirkan mobil di rumah Santi. Santi belum diketahui hubungannya dengan pelaku.

Komandan Pomal Lhokseumawe, Mayor Laut (PM) A Napituputu kepada wartawan menyebutkan senjata itu dibeli dari Lampung oleh pelaku. “Itu senjata rakitan. Dibeli sendiri di Lampung,” katanya.

Soal detail jenis senjata rakitan dan bagaimana oknum TNI AL ini bisa menguasainya tanpa diketahui komandannya, A Napitupulu tidak menjelaskan lebih lanjut.

Dia menyebutkan, rekontruksi pembunuhan untuk memperjelas tindak pidana yang dilakukan tersangka. Dia menegaskan, pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Sampai sekarang masih satu orang tersangka. Kita lihat lagi bagaimana perkembangan kasusnya,” terang A Napitupulu. Sedangkan AD dan AZ masing-masing berstatus saksi.

|KOMPAS

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Status Dosen PPPK: Momentum Kebijakan Presiden Prabowo untuk Menutup Celah Ketidakadilan Struktural

Oleh: Dr. BukhariPraktisi Hukum di Lhokseumawe, Aceh Keputusan Komisi X DPR RI yang menyatakan persetujuan…

1 hour ago

Abu Doto Telah Pergi: Menyusuri Jejak Pengabdian dr Zaini Abdullah untuk Aceh

Langit Aceh seperti menyimpan kesedihan yang sulit diucapkan dengan kata-kata pada Sabtu siang, 13 Juni…

2 hours ago

Pria Asal Sultra Ditemukan Selamat di Aceh Utara, Polisi Dalami Dugaan Penyekapan

LHOKSUKON – Seorang pria asal Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, bernama Fadli Faresi (22), ditemukan…

2 hours ago

Nikmati Tari dan Kulineran di Festival Lhok Buloh Aceh Utara

LHOKSUKON- Sebanyak 31 kelompok tari jenjang sekolah dasar dari Kecamatan Kuta Makmur dan Kecamatan Simpang…

18 hours ago

Rembuk Tani Pupuk Indonesia, Menko Zulhas: Petani Senang karena Pupuk Lancar

Aceh Besar – Penyaluran pupuk bersubsidi di Provinsi Aceh berjalan lancar dan memberikan dampak positif…

18 hours ago

Pengamat Unimal Minta Presiden Perkuat Kontrol Digital Program MBG

LHOKSEUMAWE -Pengamat Komunikasi Politik Universitas Malikussaleh, Masriadi Sambo, menilai persoalan terhambatnya operasional Program Makan Bergizi…

1 day ago

This website uses cookies.