Categories: Galeri

FOTO | Perempuan Aceh Sulap Eceng Gondok jadi Sandal Bernilai Ekonomi Tinggi

PULUHAN kaum emak-emak di Desa Cot Seurani, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara membuat beragam sandal unik dari tanaman Eceng Gondok di balai pertemuan desa setempat, Senin (30/10).

Pembuatan kerajinan tangan itu dilakukan dalam pelatihan yang dilakukan pihak desa yang dianggarkan menggunakan dana desa guna menambah sumber daya manusia untuk meningkatkan produksi kerajinan kedepannya.

“Pelatihan itu di khususkan bagi kaum perempuan dan juga remaja putus sekolah agar terampil sehingga dapat meningkatkan perekonomian dengan hasil buah tangan mereka memanfaatkan tanaman eceng gondok,” ungkap Kepala Desa Cot Seurani, Fajri kepada Bakata.net.

Padahal, Tanaman ini sering kali dianggap sebagai masalah lingkungan karena pertumbuhannya yang cepat dan bisa mengganggu ekosistem air, kini mendapatkan perhatian positif.

Dia mengatakan pihaknya sangat mendukung dengan kerajinan itu untuk meningkatkan perekonomian. Dan akan terus mencari dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas produk serta pemasarannya yang lebih luas.

“Kita sangat konsisten dalam hal memberikan keterampilan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat, dan ini akan kita cari berbagai pihak yang mau dan bersedia membina kelompok ini untuk terus maju dengan produk yang kreatif dan berkualitas,” tambahnya.

Sementara itu, Rukhul Haya, atau akrab disapa Oya, pengrajin eceng gondok menceritakan optimismenya dalam mengajak kaum perempuan desa setempat untuk terus belajar dan terampil dalam membuat kerajinan dari tanaman eceng gondok, agar kedepan bisa memproduksi hasil karya yang lebih banyak.

“Pembuatannya memang sulit, tapi kita berharap semua ibu-ibu bisa dan yang paling utama konsisten agar sumber daya manusianya kedepan semakin banyak untuk memudahkan produksi eceng gondok biar pemasarannya lebih mudah,” ucap Oya.

Untuk jenis sandal, hingga kini kelompok pengrajin Ceurahi belum mematok harga pasti dikarenakan proses produksi baru dimulai. Namun, perkiraan harga sandal yang akan dipasarkan nantinya akan dijual seharga Rp 200 ribu hingga Rp 350 ribu, tergantung model dan tingkat kerumitannya.

Selain itu, jenis kerajinan yang sudah dibuat kelompok Ceurahi dengan bahan eceng gondok antaranya, tas, keranjang, dan kotak tisu.

“Untuk sementara pemasaran kami hanya sesuai permintaan konsumen saja, baik melalui online media sosial, maupun konsumen yang datang langsung kelokasi produksi didesa kami, dan kedepannya berharap produk kami dan dan sdm terus meningkat untuk memudahkan pemasaran yang lebih baik,” tutup Oya.

Teks dan Foto: BAKATA.NET | ZIKRI MAULANA

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Langkah Hukum Disiapkan, PWI Lhokseumawe Laporkan Dua Oknum TNI Terkait Dugaan Penganiayaan Wartawan

LHOKSEUMAWE – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lhokseumawe menegaskan akan menempuh langkah hukum terkait dugaan penganiayaan terhadap…

23 hours ago

Sepekan Menahan Nyeri, BPJS Turun Tangan: Pasien Patah Tulang Akhirnya Dirujuk ke RS Kesrem

LHOKSEUMAWE – Kasus Syukri (48), petani asal Gampong Bayi, Dusun Rubiah, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh…

23 hours ago

ACE INN by Calandra Hadir di Banda Aceh, Hotel Budget Baru dengan Konsep Modern dan Harga Bersahabat

BANDA ACEH — Kabar baik bagi masyarakat dan wisatawan yang sedang mencari penginapan nyaman dengan…

2 days ago

Haiqal Terjatuh di Tengah Kericuhan, Danramil Tanah Luas: Tak Ada TNI yang Memukul

ACEH UTARA – Insiden yang menimpa Haiqal saat pertandingan turnamen sepak bola di Kecamatan Tanah Luas…

2 days ago

Dipukul Dua Oknum TNI Saat Liput Kericuhan, Haikal: Saya Dibidik, Bukan Diamankan

ACEH UTARA – Wartawan Beritamerdeka.net, Haikal Alfikri, mengungkap kronologi dugaan pemukulan terhadap dirinya oleh dua oknum…

2 days ago

PMI dan Habitat Perkuat Kapasitas Masyarakat untuk Hunian yang Lebih Aman di Aceh Utara

ACEH UTARA - Palang Merah Indonesia (PMI) bersama Habitat for Humanity Indonesia memperkuat kapasitas masyarakat…

2 days ago

This website uses cookies.