Categories: Advertorial

Dinkes Sosialisasi Pencegahan Perilaku Beresiko pada Remaja Aceh Utara

DINAS KESEHATAN Aceh Utara, Provinsi Aceh, membentuk pos pelayanan terpadu (Posyandu) khusus remaja. Hal ini tersebar di sejumlah kecamatan dan desa di kabupaten itu. Tujuannya untuk membina kesehatan para remaja di Aceh Utara.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan, Kabupaten Aceh Utara, Samsul Bahri, menyebutkan, remaja yang menjadi fokus dinas itu berusia 11-20 tahun. Pasalnya, dalam rentang usia itu, remaja mengalami perubahan biologis, psikologis dan sosial.

Perubahan pada remaja menuntut mereka melakukan perubahan perilaku untuk menyesuaikan diri dengan kondisi saat ini. Karena proses perubahan perilaku dan penyesuaian tersebut, terkadang memiliki potensi resiko (beresiko) yang dapat membahayakan dalam kehidupan mereka.

“Kami mendatangi sekolah-sekolah dan pesantren untuk mengdukasi para remaja ini,” kata Samsul, Senin (26/6/2023).

Dia menyebutkan remaja mengadopsi perilaku berisiko itu melalui pergaulan yang tidak sehat dan tidak terarah. Modernisasi sering kali pedang bermata dua jika tidak dikendalikan.

“Jika digunakan secara positif, maka positiflah dampaknya. Jika tidak, bisa ngawur,” kata Samsul.

Penyebab Perilaku Beresiko
Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Amir Syarifuddin, menyebutkan, pendorong perilaku berisiko disebabkan faktor psikologis, tidak bisa mengendalikan diri, faktor teman dan lingkungan.

Dia merincikan, faktor psikologis misalnya, remaja harus menghadapi tantangan atau kesulitan yang membuatnya stress dan depresi akan akan menambah beban mental (psikologis).

Sedangkan tidak mampu mengendalikan diri kerap disebut remaja labil dan mudah tergoda atau terlena untuk mendapatkan kenikmatan instant dengan melakukan perilaku beresiko yang pada akhirnya menambah persoalan baru.
“Faktor lingkungan dan teman juga menjadi pemicu. Misalnya teman yang buruk, dan lingkungan yang buruk bisa membuat remaja itu ikut-ikutan berperilaku buruk,” kata Amir.

Sisi lain, masalah keluarga, kemiskinan, rendahnya tingkat pendidikan, masyarakat yang berskap acuh dan individuais, dapat memicu remaja untuk melakukan perilaku yang beresiko.

“Intinya harus diawasi anak-anak ini, dibimbing, jangan dibiarkan kebablasan,” terangnya.

Sisi lain, dari internal pribadi remaja seperti motivasi berprestasi yang rendah dan harga diri yang. Faktor dari keluarga adalah orang tua yang sangat tegas dan dukungannya rendah, kemudia faktor dari luar keluarga adalah hubungan dengan teman sebaya yang menyimpang dan orientasi terhadap teman sebaya yang berlebihan.


Dampak Perilaku Beresiko
Perilaku beresiko atau yang memilki potensi resiko pada remaja adalah perilaku yang mengacu pada segala sesuatu yang berkaitan dengan perkembangan kepribadian dan adaptasi sosial pada remaja. beberapa contoh perilaku beresiko antara lain :

  • Mengebut di jalan yang dapat berakibata kecelakaan lalu-lintas.
  • Kekerasan, Tawuran, Bullying yang dapat menimbulkan korban jiwa/nyawa.
  • Merokok dan minuman beralkohol yang dapat menyebabkan kehilangan kontrol.
  • Konsumsi penyalahgunaan obat dan narkotika yang dapat merusak kesehatan, bahkan kematian
  • Pergaulan bebas yang dapat menyebabkan kehamilan diluar rencana.
  • Seks Bebas yang dapat menyebabkan penyakit (HIV, dll).

Memahami Dampaknya.
Pastikan dan berikan pengetahuan kepada remaja dengan sebaik baiknya perihal dampak dari perilaku yang beresiko; dampak bagi dirinya, keluarga, masyaraka, dll.
2) Berpikir dahulu sebelum Bertindak.
Memberikan bekal kepada remaja untuk membiasakan pola beripikir dahulu sebelum melakukan tindakan; apalagi terkait dengan perilaku yang bersifat baru.
3) Menyalurkan Bakat, Minat dan Hobi
Mendorong dan memfasilitasi para remaja untuk melakukan kegiatan positif; misalnya olahraga prestasi, kesenian, dll.
4) Cara Memilih Teman yang Baik.
Memberikan bekal pengetahuan yang cukup kepada remaja bagaimana caranya memilih teman atau sahabat yang baik; dari segi perilaku, ketataan terhadap agama dan aturan, pengaruh positif, dll.
5) Menjadi Diri Sendiri.
Ajari para remaja untuk menjadi diri sendiri dan tidak meniru hal halyang negatif.
6) Bekal Dasar Agama
Bekali para remaja dengan ajaran Agama dengan sebaik baiknya; baik dilingkungan keluarga, masyarakat atau jika memungkinkan pada pendidikan khusus keagamaan (pesantren, dll).
7) Adanya Tempat Curat dan Keluh Kesah.
Pastikan bahwa remaja memilki tempat curhat, mengadukan keluh kesah, dll. sehingga pada saat menghadapi persoalan dilema ada yang mengarahkan.

Lalu Bagaimana Jika Sudah Terlanjur …
Hentikan dan jangan diteruskan. Mendorong remaja untuk menyadari bahwa perilaku tersebut salah dan memilki dampak negatif. Menanamkan mental untuk berubah kepada yang lebih baik. Meningkatkan kemampuan dan pengetahuan remaja untuk mengenali setiap perilaku yang mengandung resiko serta dampaknya.

Meningkatkan kemampuan dan pengetahuan remaja untuk dapat menjadi individu yang efektif dalam mengatasi kecemasan, stress, depresi atau masalah mental lainnya.

|ADVERTORIAL

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

24.500 UMKM Rusak Karena Banjir Aceh Timur, Berharap Stimulus dari Pemerintah

IDI RAYEUK- Sebanyak 24.500 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh…

1 day ago

Derita Anak Penyintas Banjir Tamiang, Ribuan Belum Miliki Seragam dan Alat sekolah

KUALA SIMPANG - Ribuan pelajar Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, belum memiliki seragam sekolah dan…

2 days ago

Bupati Al-Farlaky Minta Camat dan Geuchik Uji Publik Ulang Data Penerima Bantuan Rumah BNPB

Aceh Timur — Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, meminta seluruh camat agar memerintahkan para…

3 days ago

Kebangkitan Wisata Aceh Tengah Masih Terkendala, Ini Harapan Pelaku Bisnis

Takengon — Kebangkitan sektor pariwisata di Aceh Tengah pasca bencana longsor dan banjir bandang hingga…

4 days ago

2 Jembatan Amblas Penghubung Antar Kecamatan Aceh Utara Belum Diperbaiki

LHOKSUKON - Sebanyak dua jembatan yang amblas karena banjir November 2025 lalu hingga hari ini,…

4 days ago

Begini Pengaturan WFH di Aceh Timur…

IDI RAYEUK – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, resmi memberlakukan Work From Home (WFH)…

5 days ago

This website uses cookies.