Categories: News

Tas Motif Aceh Terus Berkembang di Tengah Pandemi

SELASA, 22 September 2021, jam digital smartphone menuju pukul 10.00 WIB. Tampak beberapa pengrajin sedang sibuk memproduksi Tas Motif Aceh di rumah produksi Putroena Souvenir di Gampong Ulee Madon, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Aceh. Produksi tersebut merupakan pesanan yang akan diorder dipasar nasional maupun internasional.

Untuk diketahui Gampong Ulee Madon di Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara terkenal sebagai sentra kerajinan tas Aceh berkualitas baik. Berbagai hasil produksi dari tangan-tangan terampil para pengrajin menghasilkan tas, dompet, koper yang sangat menarik hingga produk itu telah dipasarkan seperti tas, dompet, koper, hingga sajadah telah dipasarkan baik di tingkat lokal, nasional, hingga pasar internasional.

Pemilik rumah produksi Putroena Souvenir, Maryana, mengatakan hingga saat ini pengrajin yang bekerja ditempatnya sebanyak 50 orang. “Sejak virus corona masuk Indonesia, khususnya di Aceh, para pekerja sebagian kita minta untuk kerja dirumah,” katanya.

Maryana mengatakan pesanan tas motif Aceh sempat terkendala selama tiga bulan sejak corona masuk ke Indonesia, Namun, sekarang ini pesanan itu terus meningkat,

“Jika kita lihat saat ini pesanan tas motif ditengah pandemi saat ini terus meningkat, bahkan satu hari dia bersama pengrajin lainnya dapat memproduksi kerajinan itu berbagai jenis dan ukuran sebanyak 150 buah,”katanya.

Maryana mengatakan modal awal hanya Rp500 ribu dengan anggota saat itu tiga orang. Alhamdulillah, saat ini sudah ada 50 pengrajin dan omset sudah mencapai Rp150 juta per bulan,” kata Maryana

“Selama pandemi ini produksi tetap kita jaga kualitasnya untuk tidak mengecewakan pelanggan nantinykatanya.

Maryana mengatakan pihaknya memproduksi berbagai jenis kerajinan dengan motif khas Aceh seperti pinto Aceh, awan meucanek, dan pucok reubong. Adapun harganya bervariasi mulai Rp 35 ribu hingga Rp 500 ribu.

Maryana menambahkan selama pandemi ini tidak ada kendala memperoleh bahan baku untuk memproduksi tas yang saat ini dijadikan Souvenir khas dari Aceh.

“Jika ada pesanan nantinya tetap kami tampung baik dengan order dengan skala kecil maupun yang besar. Jika nanti ada bisa hubungi ke 0813 6011 2235,”katanya.

Geuchik Ulee Madon, Tgk Salahuddin AB menyebutkan dari 17 unit UMKM yang memproduksi kerajinan motif khas Aceh yang saat ini masih aktif, setidaknya sudah mengurangi angka pengangguran dan meningkat ekonomi masyarakat setempat.

“Sesuai dengan data kita peroleh ada 500 pengrajin yang memproduksi kerajinan di 17 unit UMKM kerajinan tersebut,” katanya.

Salahuddin menyebutkan meskipun ditengan pandemi saat ini UMKM kerajinan tersebut masih beroperasi.

“Saat ini belum ada merek atau hak paten, maka kita sangat berharap kepada pemerintah untuk mempermudah pengurusan tersebut, mengingat kerajinan motif Aceh sudah mendunia,” katanya.

Menurut Salahuddin, Ditengah pandemi saat ini para pengrajin wanita yang menjahit motif kebanyakan dilakukan di rumah masing-masing. Ketika sudah tahap finising, baru dilakukan di rumah produksi dan dilakukan pengrajin pria.

“Jadi kita harapkan kepada pemerintah untuk mengeluarkan peraturan di setiap kegiatan formal maupun informal, baik itu berupa seminar atau pertemuan lainnya menggunakan kerajinan khas Aceh dikarenakan Aceh dikenal wilayah kaya adat dan budaya,” pungkasnya.[]

| MUL

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Semnas ke-10 PNL Bahas Masa Depan Riset Nasional

LHOKSEUMAWE – Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) kembali memperkuat komitmennya dalam pengembangan riset, inovasi, dan kolaborasi…

17 hours ago

Rekind Tegaskan Komitmen K3, Proyek Salak Unit 7 Capai 2 Juta Jam Kerja Aman

JAKARTA - Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan prioritas yang tidak dapat ditawar bagi PT…

3 days ago

Bupati Al-Farlaky Hadiri Muzakarah Dayah Keude Dua

Disambut Hangat Ulama Kharismatik Aceh Aceh Timur – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I.,…

4 days ago

Pakar UI Ajak Mahasiswa Kenali Consent dan Lawan Kekerasan Digital

Lhokseumawe — Meningkatkan kesadaran terhadap kekerasan seksual di ruang digital menjadi fokus Kuliah Umum Program…

5 days ago

Baru 1 Tahun 5 Bulan, Mualem Copot Mantan Jubir Pemenangan dari Direksi PT PEMA

BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem, selaku pemegang saham utama…

5 days ago

Lagi, Bupati Al-Farlaky Toreh Penghargaan ILMA 2026, Inovasi Fiskal dan Penanganan Bencana

Denpasar – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., terpilih sebagai salah satu penerima…

5 days ago

This website uses cookies.