BANDA ACEH | Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh, meminta kepada perusahaan Medco, agar melakukan ganti rugi atas semua kesehatan warga yang terganggu.
Direktur WALHI Aceh, Muhammad Nur mengatakan, kejadian tersebut bukan penyebab karena alam tanpa pelibatan manusia, tapi terlibat perusahaan Medco di dalamnya. Maka harus ada ganti rugi.
“Warga harus menuntut Medco untuk bertanggungjawab atas kejadian itu, menurut kami PT Medco E&P Malaka harus melakukan ganti rugi atas semua kesehatan terganggu dan wajib melakukan perbaikan tata kelola,” ujar Muhammad Nur per telepon Sabtu (10/4/2021).
Muhammad Nur menambahkan, intinya jangan hanya karena investasi tapi harus merusak warga, namun lebih bagus menjadi petani seratus persen yang ramah lingkungan dan investasi jangka panjang.
“Menurut kami, itu adalah unsur sengaja. Bagaimana yang dibilang sengaja, ketika pertama sekali dianggap gagal teknologi dan kejadian yang kedua bukan unsur tidak sengaja tapi unsur sengaja dibiarkan itu,” tutur Muhammad Nur.
Untuk diketahui, PT Medco E&P Malaka merupakan Perusahaan Minyak dan Gas pertama yang berhasil mengembangkan gas di Blok A, Aceh Timur pascaperdamaian Aceh. Lebih dari 450 BCF cadangan gas dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan industri pupuk di Aceh dan industri lainnya di Sumatera Utara.
ACEH TIMUR — Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., mengatakan, pihaknya akan menggelontorkan…
Sumbawa– PT Pupuk Indonesia (Persero) terus memperkuat dukungan terhadap peningkatan produktivitas sektor perikanan melalui optimalisasi…
Asosiasi Psikologi Islam Wilayah Aceh menyelenggarakan Kajian Bulanan perdana dengan tema “Jiwa (Al-Nafs) dan Tahapan…
Solok – Penanganan pemulihan pasca bencana menjadi langkah yang harus masif dilaksanakan agar masyarakat dapat…
Tumbuh Bersama Industri Perhotelan Indonesia Mengenal perjalanan Calandra & Sativa Hotel Management, sebuah nama yang…
LHOKSEUMAWE- Pemerintah Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh mengakui serapan dana tambahan transfer ke daerah (TKD) untuk…
This website uses cookies.