ACEH UTARA– Bendungan Krueng Pase jebol akibat banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Utara lima hari terakhir. Bendungan itu menjadi sumber air untuk ribuan area pertanian di kabupaten tersebut.
Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib, kepada wartawan di Lhokseumawe, Rabu (9/10/2020) menyebutkan, saat ini banjir mulai surut di sejumlah kecamatan. Hanya beberapa titik saja masih terendam sekitar 30 sentimeter.
“Hari ini saya pimpin rapat untuk pemulihan rekontruksi dan rehabilitasi. Intinya, tahap pertama yang kita perbaiki bendungan yang jebol. Kalau itu tidak kita perbaiki segera, maka dua tahun kita tak punya padi,” kata pria akrab disapa Cek Mad ini.
Dia menyebutkan, seluruh dinas telah mengumpulkan data kerusakan akibat banjir. Setelah itu akan dilaporkan ke Pemerintah Provinsi Aceh dan pemerintah pusat dengan sejumlah kementerina terkait.
“Apa yang bisa kita kerjakan, kita perbaiki dengan uang daerah, akan kita perbaiki segera. Kalau kerusakan parah kita sudah minta agar pusat ikut membantu,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan banjir merendam 23 kecamatan di Aceh Utara. Ribuan orang mengungsi. Aktivitas Kota Lhoksukon, ibukota Aceh Utara dan aktivitas perkantoran pemerintah lumpuh total. Dua warga dilaporkan tewas dalam musibah itu.
|KCM
LHOKSUKON– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh memberlakukan kurikulum darurat untuk sekolah…
ACEH TIMUR — Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, melantik Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi…
LHOKSUKON – Sejumlah penyintas banjir duduk di dalam hunian sementara (Huntara) di Desa Matang Bayu,…
Keuchik (Kepala Desa) Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Mansur, mendesak pemerintah…
MALAYSIA - Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) terus memperkuat peran strategisnya dalam pengembangan pendidikan tinggi vokasi…
Padang– Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melalui Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung…
This website uses cookies.