Categories: Wisata

Yuk, Lihat Keindahan Pantai Bantayan

WISATAWAN memadati Pantai Bantayan, di Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara. Mereka datang dengan menggunakan mobil bak terbuka, mobil pribadi, dan sepeda motor. Pantai paling ujung timur, Kabupaten Aceh Utara itu mulai menggeliat sejak pemberlakuan new normal.

Sepanjang bibir pantai terlihat dua perahu nelayan berkeliling layaknya dalam film Baywatch. Di bibir pantai pedagang es kream dan jajanan ringan memarkir sepeda motor, berpayung sembari menunggu pembeli yang sedang berenang.

Di pondok-pondok yang tersedia, pedagang terlihat sibuk melayani pembeli. Penuh dan tumpah ruang. Itulah kesan yang terlihat di pantai tersebut. Tampaknya, masyarakat melepas kerinduan tiga bulan terakhir sejak pantai ditutup oleh pemerintah untuk menghindari penyebaran virus corona atau Covid-19.

Untuk menuju pantai itu, silakan mengikuti ruas jalan Medan-Banda Aceh. Setiba di persimpangan Masjid Panteu Breueh, silakan berbelok ke arah kanan. Maka, luruslah sepanjang jalan aspal yang mulai mengelupas itu. Di ujung jalan akan terlihat gerbang dengan tulisan Pantai Bantayan. Di sinilah pengunjung diwajibkan membayar biaya masuk alias biaya parkir. Khusus roda empat dibandrol Rp 10.000 dan roda dua Rp 5.000.

Di sana, juga ada kolam renang kecil yang dibangun pemerintah untuk anak usia dibawah lima tahun. Sayangnya, saat kami mengunjungi pantai ini, kolam itu tidak memiliki air.

Matahari memanggang bumi tampaknya tak menyurutkan semangat wisatawan berenang. Meski matahari tepat di atas kepala, mereka terlihat gembira berenang. Bersama keluarga dan pasangan.

“Alhamdulillah, mulai ramai sekali. Dulu itu tidak dibuka, antisipasi corona. Ini sudah banyak sekali yang datang. Tiap Sabtu dan Minggu penuh. Kalau hari biasa sore saja ada satu atau dua pengunjung,” kata Muhammad, salah seorang pemilik kafe, Sabtu (19/6/2020).

Untuk toilet dan mushalla juga tersedia. Sehingga pengunjung tak perlu khawatir untuk melakukan shalat. Makanan, terbilang murah. Mi aceh, aneka jus, dan minuman kaleng tersedia di sana.

Tentu, rujak dan kelapa muda. “Mayoritas pedagang menjual kelapa muda warna hijau. Itu paling digemari. Dipercaya meningkatkan ion tubuh,” tambah Muhammad.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, Aceh Utara, Andrea Zulfa, menyebutkan timnya akan membenahi obyek wisata itu dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Kami akan turun untuk menerapkan protokol kesehatan di obyek wisata. Sebagian besar sudah kita datangi. Tentu kita harap, wisata bisa berjalan dengan standar kesehatan antisipasi virus corona,” pungkasnya.

|KCM

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Perkuat Konsolidasi Organisasi, PCNU Kota Lhokseumawe Gelar Rapat Kerja

LHOKSEUMAWE – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Lhokseumawe menggelar Rapat Kerja (Raker) pada Sabtu,…

13 hours ago

Bupati Al- Farlaky Serahkan 6 Armada Ambulans Baru untuk Puskemas

ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., mulai menjawab kebutuhan kendaraan…

3 days ago

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Dukung Penegakan Hukum dan Perkuat Pengawasan Takaran BBM di SPBU

Medan – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menegaskan komitmennya untuk memastikan penyaluran…

3 days ago

Gas Realisasi APBK- P, Bupati Al Farlaky Minta OPD Kebut Paket Pekerjaan

ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., memimpin Rapat Koordinasi dan…

3 days ago

SDN 2 Dewantara Gelar Maulid, Kadis Pendidikan : Pendidikan Islami Modal Utama Anak …

ACEH UTARA – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di SD Negeri 2 Dewantara,…

4 days ago

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Perkuat Sinergi dengan Ombudsman Sumatera Utara, Kawal Penyaluran Energi

Medan– PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan…

5 days ago

This website uses cookies.