Categories: News

PLN Serahkan 3 Perahu ke Nelayan Aceh

Banda Aceh – Kehadiran PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Aceh di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat. Salah satu cara PLN UIW Aceh mewujudkan manfaat tersebut adalah dengan menyalurkan bantuan melalui Partnership Program atau lebih dikenal dengan Program Kemitran dan Bina Lingkungan (PKBL) sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan kepada masyarakat.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Aceh Jefri Rosiadi didampingi Senior Manajer SDM dan Umum Yoserianto, Manajer Komunikasi T. Bahrul Halid, Asisten Manajer Manajemen Stakeholder Mukhtar Juned, dan Asisten Manager CSR Rahmad Ardiansyah menyerahkan tiga unit Perahu mesin kepada kelompok Nelayan di Kota Banda Aceh, Senin (8/6/2020).

Adapun ketiga perahu mesin tersebut diterima oleh masing-masing ketua kelompok nelayan yaitu Karimuddin ketua kelompok nelayan Kuda Laut Desa Peulanggahan Kecamatan Kutaraja, Zulkarnaini ketua kelompok nelayan Pakat Jaya di Gampong Pande Kecamatan Kutaraja dan Tarmizi ketua kelompok nelayan Pande Jaya Kecamatan Kutaraja Kota Banda Aceh.

General Manager PLN UIW Aceh dalam arahannya menyampaikan bahwa Tujuan PLN Peduli antara lain untuk mewujudkan hubungan yang harmonis antara perusahaan dengan masyarakat,  memelihara kelestarian lingkungan hidup, serta membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Ini merupakan satu bentuk kepedulian PLN Unit Induk Wilayah Aceh kepada para nelayan dalam meningkatkan pendapatan khususnya dari memancing” kata Jefri.

Jefri berharap agar bantuan tersebut bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para nelayan dan bisa berdaya guna bagi nelayan lainnya dengan cara menyisihkan sedikit hasil untuk kelompoknya.

Sementara itu koordinator kelompok nelayan Zulkarnaini menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada manajemen PLN yang sudah membantu para nelayan.

“Saya mewakili kawan-kawan nelayan menghaturkan terima kasih kepada PLN Aceh melalui bapak GM yang sudah memberikan bantuan kepada kami nelayan, kami tidak bisa membalasnya hanya Allah yang akan membalasnya”, kata Zulkarnaini terharu.

Masih menurut Zulkarkaini, selama ini kelompok nelayan tersebut belum mempunyai perahu mesin sendiri sehingga mereka harus menyewa milik orang lain yang memerlukan biaya besar.

“Insya Allah kami akan menyisihkan minimal 10% untuk kelompok tani lainnya agar semua bisa merasakan manfaat”, demikian Zulkarni.

|TI

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Hadiri Khanduri Laot dan Santunan Anak Yatim, Bupati Al-Farlaky Ajak Sinergi Bangun Aceh Timur

Aceh Timur – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si menghadiri kegiatan Khanduri Laot…

2 hours ago

Helikopter Water Bombing Padamkan Tumpukan Kayu Sisa Banjir di Aceh Utara

LHOKSUKON- Helikopter water bombing akhirnya berhasil memadamkan api di tumpukan kayu sisa banjir Desa Babah…

20 hours ago

Aceh Utara Usulkan 200 Formasi CPNS Tahun 2026

LHOKSUKON– Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, mengusulkan sebanyak 200 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil…

2 days ago

Kontraktor Pembangunan Huntap Korban Banjir Mengeluh Harga Semen Mahal di Aceh Utara

LHOKSUKON – Kontraktor pembangunan hunian tetap (Huntap) untuk penyintas banjir di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi…

2 days ago

Bukti TJSL Berdampak Nyata dan Berkelanjutan: Rekind Raih 2 Penghargaan Top CSR Award 2026

JAKARTA | PT Rekayasa Indsutri (Rekind) memperoleh dua penghargaan di ajang Top CSR Awards 2026.…

2 days ago

Kebakaran Kayu Sisa Banjir Belum Dipadamkan, Warga Minta Diberi Alat Berat Agar Api Tidak Menyebar

LHOKSUKON– Memasuki hari ketiga, kebakaran kayu sisa banjir di Desa Babah Buloh, Kecamatan Sawang, Kabupaten…

2 days ago

This website uses cookies.