Categories: News

Nah Lo, 8 Orang Tua di Lhokseumawe Suruh Anaknya Mengemis

LHOKSEUMAWE| Sebanyak delapan orang tua di Kota Lhokseumawe menyuruh anaknya mengemis. Bahkan, mereka meminta anaknya mengemis setiap hari di sejumlah jalan protokol dan kafe di Lhokseumawe.

“Saya pernah razia 29 Juli 2019 malam. Hasilnya, delapan anak mengaku disuruh orang tuanya. Kita datangkan orang tuanya, kita introgasi. Mereka bahkan sudah teken perjanjian tidak lagi mengulangi perbuatan dengan meminta anaknya mengemis,” kata Ridwan, dihubungi Minggu (22/9/2019).

Dia menyebutkan, sebagian orang tua bahkan berbohong menyatakan anaknya sekolah. Ketika didatangi sekolah, anak tersebut tidak pernah sekolah sama sekali.

“Bahkan sebagian anak itu sudah menghirup lem, agar mabuk. Ini pekerjaan besar kita. Maka, kita tangani lintas sektor, misalnya bersama satuan polisi pamong praja mengintensifkan razia, dinas kesehatan buat psikologi anak dan lain sebagainya,” katanya.

Ridwan menyebutkan, razia intensif akan dilakukan. Diharapkan tidak ada lagi pengemis anak di kota itu.

“Delapan orangtua yang anaknya disuruh mengemis itu datanya ada sama kita. Kita terus awasi jangan terulang lagi menyuruh anaknya mengemis,” katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, AKP Indra T Herlambang, menyebutkan jika ada informasi tentang orangtua menyuruh anaknya mengemis harap segera dilapor ke polisi.

“Kami pastikan seluruh laporan akan ditindaklanjuti,” pungkasnya.

Kasus orangtua menyuruh anaknya mengemis terungkap di Desa Teumpok Tengoh, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe. Kedua orang tua, MI dan UG menyuruh anaknya MS mengemis. Jika tak membawa uang minimal Rp 100.000 per hari, maka MS akan disiksa. Keduanya kini ditahan di Mapolres Lhokseumawe.|KCM

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

14 Rumah Penyintas Banjir Aceh Utara Terbelangkalai, BNPB Angkat Bicara

LHOKSUKON- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI berjanji menyelesaikan pembangunan 14 rumah atau hunian tetap…

3 hours ago

Ketua TP-PKK Kabupaten Aceh Timur Borong Tiga Penghargaan Di Banda Aceh

Banda Aceh – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Aceh Timur, Ny. Dr. Lismawani Iskandar Al-Farlaky,…

3 hours ago

Enam Nama, Enam Gagasan di Bursa Rektor Unimal 2027–2030

LHOKSEUMAWE — Bursa pemilihan Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) periode 2027–2030 mulai mengerucut. Hingga penutupan pendaftaran, enam…

1 day ago

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Masif Pantau Dampak Karhutla, Salurkan Bantuan Penanggulangan Asap di Padang dan Sekitar

Padang – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) gerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan…

1 day ago

Ribuan Warga Meriahkan Jalan Santai 800 Tahun Samudera Pasai, Ayahwa: Rawat Warisan Peradaban Islam

ACEH UTARA – Ribuan masyarakat dari berbagai kecamatan di Kabupaten Aceh Utara memadati kawasan Kantor Bupati…

2 days ago

14 Rumah Penyintas Banjir Terbengkalai 4 Bulan di Aceh Utara, Tukang Pulang Mengaku Tak Digaji

LHOKSUKON - Sebanyak 14 unit rumah untuk penyintas banjir di Desa Abeuk Reuling, Kecamatan Sawang,…

3 days ago

This website uses cookies.