Categories: News

Saat Film Sungai Barumun Diputar di Kalimantan

SETELAH sebelumnya dinyatakan masuk nominasi Dokumenter Pendek Katagori Umum di Borneo Enviromental Film Festival (BEFF) 2019, film Menjejak Sungai Barumun (MSB) asal Sumatera Utara mendapat tempat untuk diputar pada 22 September 2019 di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Film ini akan diputar bersama nominator dari daerah lain di Indonesia.

 

Sutradara Onny Kresnawan kepada awak media, Selasa (17/9), menjelaskan, masuknya film MSB di festival film lingkungan nasional itu merupakan pemompa semangat untuk terus memproduksi film-film lingkungan sejenis yang lebih serius. Film MSB digagas Koperasi Parsadaan Simangambat Ujung Batu Huristak (Parsub) bersama Esefde Films.

 

“Tentunya di sini kami pun bukan soal kalah menang nantinya. Yang lebih penting adalah dengan medium gambar bergerak yang dikemas secara kreatif, pesan konservasinya tersampaikan lebih luas,” kata Onny yang saat ini juga menjabat sebagai Koordinator Komite Film di Dewan Kesenian Sumatera Utara (DKSU).

 

Safaruddin Siregar, yang bertindak sebagai produser film, juga turut bergembira dengan masuk nominasi dan akan diputarnya film MSB di perhelatan akbar yang melibatkan sineas, penonton dan pegiat lingkungan itu. Menurut ketua Parsub ini, film MSB merupakan gambaran keprihatinan masyarakat Padang Lawas Utara pada kondisi Daerah Aliran Sungai Barumun yang kian tercemar dan terdampak limbah perusahaan sawit berskala besar. Melalui  film dokumenter, masyarakat ingin berkampanye lebih luas, disamping upaya nyata terus dilakukan bersama pemerintah dan pemangku kepentingan lain.

 

“Aksi nyata dengan menabur benih ikan baung dan nota kesepahaman berbagai pihak terkait memang sudah kami lakukan sebelumnya. Alhamdulillah dengan masuknya film ini di BEFF semakin memperluas dan memperkuat kampanye kami  dalam menyelamatkan lingkungan di sekitar aliran Sungai Barumun,” ujar Safaruddin didampingi Sekretarisnya, Sutan Ahmad Sayuti Hasibuan.

 

Sungai Barumun merupakan salahsatu sungai ber­sejarah dan terpanjang di Sumatera Utara. Sungai yang menjulur sepanjang 440 kilometer ini mengalir melintasi 3 kabupaten, yakni Kabupaten Padang Lawas, Kabupaten Padang Lawas Utara dan Kabupaten Labuhan Batu Selatan.

 

Film MSB memakan waktu 7 hari penggarapan, dimana semua kru film dan Parsub harus berhadapan dengan kondisi alam yang sulit, keluar-masuk area perkebunan sawit yang mendapat penjagaan petugas keamanan perusahaan, menyusuri sungai dangkal dimana diduga limbah pabrik kelapa sawit dialiri, mencari habitat biota sungai dan mendapatkan kesaksian orang-orang atas perubahan Sungai Barumun dan dampaknya bagi lingkungan sekitar.

 

Sekadar informasi, beberapa film dokumenter yang disutradarai Onny Kresnawan telah pula menerima penghargaan kompetisi film berskala nasional dan internasional.  Antara lain, film Berharap Air Di Atas Air mendapat penghargaan di Kompetisi Manusia dan Air FORKAMI, Jakarta (2008), Pantang di Jaring Halus sebagai film terbaik di JEFIVAL, Jatim (2008). Lalu, film Perempuan Nias Meretas Jalan Kesetaraan mendapat penghargaan tayang di CST Confrence ECPAT di Bali (2009), Smong menerima penghargaan Film Terbaik di Festival Film Kearifan Budaya Lokal, Kemendikbud (2011), Omasido Sekola sebagai Special Mention di Erasmus Huis International Documentary Film Festival, Konsulat Belanda (2013) dan Raonraon Medan sebagai Video Pariwisata Nusantara Terbaik di Toraja Film Festival, Toraja (2018).

 

BEFF sendiri merupakan ajang festival yang menyajikan film dan isu berbagai macam masalah ekologi, sosial dan alam yang saling terkait. Penonton, pembuat film dan aktivis lingkungan akan menyatukan semangat bahwa mereka dapat menjadi bagian solusi dalam persoalan lingkungan. Sejauh ini yang dikabarkan Panitia Pelaksana diberbagai sumber media, BEFF 2019 telah menerima partisipasi 49 judul film bertema lingkungan, baik dari luar negeri serta skala nasional dan daerah. Sedangkan untuk Juri film dokumenter pendek umum terdapat nama-nama , seperti Tonny Trimarsanto, Lianto Luseno dan Wahyu Utami.

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Dibangun Bupati Al-Farlaky, Jembatan Keude ‘Ong’ Kembali Fungsional

#Dukung Pembangunan Masjid Baitul Hidayah Rp100 Juta ACEH TIMUR – Jembatan Keude Ong yang menghubungkan…

13 hours ago

Dukung Pelestarian Situs Sejarah, PIM Tata Situs Makam TWK. Muhammad Taher

ACEH UTARA – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menunjukkan kepeduliannya terhadap pelestarian situs bersejarah dan…

13 hours ago

Semnas ke-10 PNL Bahas Masa Depan Riset Nasional

LHOKSEUMAWE – Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) kembali memperkuat komitmennya dalam pengembangan riset, inovasi, dan kolaborasi…

2 days ago

Rekind Tegaskan Komitmen K3, Proyek Salak Unit 7 Capai 2 Juta Jam Kerja Aman

JAKARTA - Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan prioritas yang tidak dapat ditawar bagi PT…

4 days ago

Bupati Al-Farlaky Hadiri Muzakarah Dayah Keude Dua

Disambut Hangat Ulama Kharismatik Aceh Aceh Timur – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I.,…

5 days ago

Pakar UI Ajak Mahasiswa Kenali Consent dan Lawan Kekerasan Digital

Lhokseumawe — Meningkatkan kesadaran terhadap kekerasan seksual di ruang digital menjadi fokus Kuliah Umum Program…

6 days ago

This website uses cookies.