LANTAI satu bangunan bercat coklat itu terlihat sepi, Sabtu (18/5/2019). Hanya satu meja terisi pengunjung yang ingin berbuka puasa bersama keluarga sore itu. Namun, lalu lalang remaja dari lantai satu ke lantai dua terlihat padat. Mereka memilih bersantai di lantai dua kafe yang diberi nama-Balkon- yang tersohor di kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh itu.
Lokasi kafe itu berada persis di depan gereja Desa Pusong, Kota Lhokseumawe. Sehingga sangat mudah dijangkau, terpaut sekitar 20 meter dari pusat kota Lhokseumawe. Deretan mobil berjejer di depan kiri-kanan jalan itu. Masyarakat lokal menyebutnya jalanan utama Pusong, merujuk ke nama desa tersebut.
Kelebihan kafe ini yaitu menyediakan menu pepes sarden nan gurih. Baru dimasak saat pelanggan memesan. Ikan sarden kecil-kecil itu dibersihkan rapi, dibalur dengan bumbu pepes, mulai kunyit, cabai, bawang yang dihancurkan. Lalu dibungkus dan dipanaskan. Bedanya, dalam bumbu pepes dicincang cabai hijau panjang. Sehingga rasa pepes ini tidak begitu pedas. Pas dilidah.
Pengelola Kafe Balkon, Aflah, menyebutkan ikan sarden itu dipipis yang baru dibawa menepi oleh nelayan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Pusong Lhokseumawe, tak jauh dari lokasi kafe itu berada. Sehingga, dia memastikan ikan itu sangat segar.
Bukan hanya sarden pepes, Aflah juga menyiapkan menu udang pepes. Udang yang dipilih ukuran sedang sehingga masih indah ketika ditata di piring. “Udangnya dari petani tambak di Aceh Utara,” katanya, “sedangkan ikan kami pastikan ikan di sini masih sangat segar. Kami langganan dengan nelayan yang pulang melaut. Jadi, pasti segar. Itu pula membuat ikan rasanya jadi lebih gurih dan lemak,” kata Aflah.
Satu porsi pepes itu dibadrol dengan harga Rp 15.000. Isinya lima atau empat ekor ikan sarden. Padupadan menikmati ikan sarden ini, sambung Aflah bisa ditambah dengan kuah soto ikan atau daging. “Itu buat kuahnya. Ikannya bisa sarden pepes atau udang pepes,” sebutnya.
Sebagian pengunjung memilih padupadan makan dengan manambah telur goreng tipis. Salah satunya, Haifa Ashilla, asal Kabupaten Aceh Utara. Sore itu dia jauh-jauh dari rumahnya datang untuk menikmati pepes sembari berbuka puasa bersama keluarga.
“Rasanya gurih. Pas kalau dicampur kuahnya soto ayam atau paru. Saya campur lagi dengan telur goreng tipis. Rasa ikan pepes itu semakin nikmat saja. Saya langganan di sini untuk menikmati pepes,” katanya.
Nah, pepes menjadi primadona kafe ini. Puluhan porsi laku saban hari. Dibuka sejak pukul 16.00 WIB sampai 24.00 WIB selama bulan ramadhan. Sedangkan di luar ramadhan, kafe ini buka sejak 09.00 WIB. Penasaran nikmatnya pepes sarden, silakan coba di kafe ini.|KCM
ACEH UTARA– Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil menceritakan kerusakan dua bendungan di kabupaten itu…
Aceh Utara— Sebagai wujud kepedulian sosial sekaligus ungkapan rasa syukur atas perjalanan perusahaan sepanjang tahun,…
BANDA ACEH - Bupati Pidie Jaya, Provinsi Aceh, Sibral Malasyi meminta pembangunan hunian sementara segera…
BANDA ACEH - Wakil Bupati Aceh Tengah Muchsin Hasan menyebutkan 70 desa listrik masih padam…
BANDA ACEH - Bupati Gayo Lues, Provinsi Aceh, Suhaidi menyampaikan lima kecamatan dalam kabupaten itu…
BANDA ACEH - Bupati Aceh Utara, Provinsi Aceh Ismail A Jalil akrab disapa Ayahwa mengeluhkan…
This website uses cookies.