Categories: News

Dini Hari, Massa Tolak Tambang Ubah Kantor Gubernur Aceh Bak Pasar Malam

BANDA ACEH | Hingga pukul 02.00 WIB, mahasiswa yang menggelar aksi menolak izin usaha pertambangan masih bertahan di kantor Gubernur Aceh. Suasana di lokasi berubah bak pasar malam dan menjadi tempat wisata dadakan pengguna jalan di Banda Aceh.

Dilancir dari detikcom, para pengguna jalan mayoritas kendaraan roda dua memarkir motor mereka di pinggir jalan di depan kantor Gubernur Aceh di Banda Aceh, Kamis (11/4/2019) dini hari. Mereka masuk ke halaman kantor dan berbaur dengan mahasiswa.

Lokasi lapangan upacara di kantor gubernur jadi tempat mahasiswa menyalurkan bakat. Di sana, mereka membaca puisi, bermain gitar, dan saling bercerita.

Para mahasiswa ini duduk berkelompok-kelompok. Namun yang menarik perhatian adalah kehadiran sejumlah bangunan hasil kreativitas mahasiswa dari berbagai kampus di Aceh.

Mereka mencopot paving block di lapangan upacara dan membuat berbagai jenis bangunan. Selain itu, di lokasi dibikin beberapa bingkai ‘makam’ beragam ukuran.

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah BAKATA.id | HUMAS

Mahasiswa juga membuat sebuah cerobong asap yang disebut milik perusahaan tambang yang mereka tolak. Mereka menyalakan api di bawahnya sehingga asapnya keluar di bagian atas.

“Singgah… singgah…, Bang. Ini tempat wisata gratis, boleh foto juga, gratis,” kata seorang mahasiswa sambil menyalakan api.

Selain itu, beberapa mahasiswa menyusun paving block menjadi tempat duduk dan tidur. Suasana kantor gubernur pun malam ini berubah bak pasar malam.

BACA JUGA : Mahasiswa Tolak Tambang Bertahan di Kantor Gubernur Aceh, Bikin ‘Makam’

“Untuk beberapa bangunan yang dibikin dari paving block, itu kreativitas dan ide mereka masing-masing. Mereka sudah bikin kelompok masing-masing dan ide masing-masing kelompok,” jelas Pembina Korps Barisan Pemuda Aceh (BPA) Wahidul Qahar.

Menurutnya, aksi mahasiswa ini bakal berlangsung hingga tuntutan mereka didengar Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah. Untuk bertahan di lokasi, para mahasiswa ini mendapat pasokan logistik dari berbagai kalangan masyarakat.

“Warga hadir di sini terkait kepedulian dan kepekaan mereka terhadap massa yang menggelar aksi. Aksi kita menarik simpati masyarakat,” jelas Wahidul.

“Kita akan terus bertahan di sini dan kita akan mengawal pembacaan putusan gugatan PT EMM yang digelar hari ini,” ungkapnya. |DTC

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Bupati Al- Farlaky Serahkan 6 Armada Ambulans Baru untuk Puskemas

ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., mulai menjawab kebutuhan kendaraan…

2 hours ago

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Dukung Penegakan Hukum dan Perkuat Pengawasan Takaran BBM di SPBU

Medan – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menegaskan komitmennya untuk memastikan penyaluran…

2 hours ago

Gas Realisasi APBK- P, Bupati Al Farlaky Minta OPD Kebut Paket Pekerjaan

ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., memimpin Rapat Koordinasi dan…

2 hours ago

SDN 2 Dewantara Gelar Maulid, Kadis Pendidikan : Pendidikan Islami Modal Utama Anak …

ACEH UTARA – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di SD Negeri 2 Dewantara,…

1 day ago

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Perkuat Sinergi dengan Ombudsman Sumatera Utara, Kawal Penyaluran Energi

Medan– PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan…

1 day ago

Masa Sewa Huntara Berakhir Desember 2026, Nasib Ratusan Penyintas Banjir di Aceh Utara Mengantung?

ACEH UTARA – Ratusan kepala keluarga (KK) penyintas banjir di Gampong Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan,…

1 day ago

This website uses cookies.