Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe, Dr Herman Fithra, ST. MT. BAKATA.id/ABI
ACEH UTARA | Sebanyak 422 mahasiswa tahun ini dipastikan tidak lagi mendapat beasiswa untuk mahasiswa miskin berprestasi (Bidikmisi) di Univeristas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara. Pasalnya, ratusan mahasiswa itu tidak mencapai nilai minimal dalam Indeks Prestasi Komulatif (IPK) yaitu 2,75 sebagai syarat penerima beasiswa.
Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) Unimal, Teuku Kemal Fasyah, dalam portal resmi kampus itu, Senin (18/2/2019) menyebutkan jumlah itu berasal dari 30 jurusan dalam kampus tersebut. Menurutnya, kampus sudah mengirimkan data ke seluruh jurusan untuk menggantikan penerima beasiswa itu.
“Jadi yang 422 ini dicoret, karena tak mampu meraih nilai minimal. Mereka diganti oleh mahasiswa lainnya. Perioritasnya tetap mahasiswa miskin dan berprestasi, dan kita sudah minta nama-namanya dari jurusan,” kata Kemal.
Dia menyebutkan, aturan itu sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti). Dia berharap, mahasiswa penerima Bidikmisi bisa meningkatkan prestasi, sehingga beasiswa itu bisa diperoleh hingga menyelesaikan pendidikan di kampus itu.
“Tanggal 20 Februari ini, kita targetkan sudah selesai pergantian mahasiswa yang dicoret dengan mahasiswa penerima Bidikmisi yang baru,” pungkasnya. |RIL
LHOKSUKON – Sejumlah penyintas banjir duduk di dalam hunian sementara (Huntara) di Desa Matang Bayu,…
Keuchik (Kepala Desa) Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Mansur, mendesak pemerintah…
MALAYSIA - Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) terus memperkuat peran strategisnya dalam pengembangan pendidikan tinggi vokasi…
Padang– Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melalui Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung…
ACEH UTARA — Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, SE., MM., menyampaikan pernyataan tegas dalam…
Pekanbaru – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) yang dipimpin oleh Executive General…
This website uses cookies.