BANDA ACEH | Dua kapal berbendera Malaysia tertangkap tangan mencuri ikan di perairan Selat Malaka, Aceh. Di dalam kapal, terdapat berbagai jenis ikan yang diberi formalin.
“Bahan baku ikan yang ada di atas kapal memang ada tanda-tanda ikan itu berformalin. Mereka mengakui ikan itu berformalin karena di Malaysia menurut mereka dibolehkan,” kata Kepala Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Lampulo, Basri, kepada wartawan saat ditemui di Pelabuhan Lampulo, Banda Aceh, Kamis (7/2/2019).
BACA JUGA : Aceh ke Surabaya 4 Juta, Ini Penjelasan Garuda Indonesia
Pemerintah, kata Basri, tidak memberikan toleransi terhadap pemakaian formalin. Untuk ikan yang sudah ditangkap dan mengandung bahan berbahaya tersebut, rencananya akan dimusnahkan. Pihak PSDKP tidak akan melelang ikan tersebut.
“Karena pengakuan mereka ikan berformalin dan mereka (anak buah kapal) tidak makan ikan ini. Mereka pisahkan ikan untuk mereka makan. Ikan di kapal berformalin,” jelas Basri.
Menurutnya, saat ditangkap pada Sabtu, 2 Februari lalu, dua kapal berbendera Malaysia berkapasitas 63 GT dan 64 GT sedang mencari ikan di perairan Indonesia. Saat diciduk, mereka sudah berbaur dengan nelayan Aceh untuk menangkap ikan.
Penangkapan kedua kapal tersebut dilakukan oleh Kapal Patroli Hiu. ABK dalam dua kapal tersebut berjumlah lima orang dan empat orang dan semuanya warga Thailand. Kesembilan ABK ini saat ini masih ditahan di Kantor PSDKP Lampulo, Banda Aceh.
“Semua (ABK) dari identitas paspor warga negara Thailand, walaupun dipekerjakan di Malaysia dan membawa kapal berbendera Malaysia,” ujar Basri. |DTC
IDI RAYEUK- Sebanyak 24.500 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh…
KUALA SIMPANG - Ribuan pelajar Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, belum memiliki seragam sekolah dan…
Aceh Timur — Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, meminta seluruh camat agar memerintahkan para…
Takengon — Kebangkitan sektor pariwisata di Aceh Tengah pasca bencana longsor dan banjir bandang hingga…
LHOKSUKON - Sebanyak dua jembatan yang amblas karena banjir November 2025 lalu hingga hari ini,…
IDI RAYEUK – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, resmi memberlakukan Work From Home (WFH)…
This website uses cookies.